Breaking News:

Operasional Bandara Kertajati Tak Sesuai Harapan, PT BIJB Diminta Gandeng Investor Agar Jadi Sehat

Progres operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka, masih belum sesuai harapan. PT BIJB diminta menggaet investor

Editor: Machmud Mubarok
Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Suasana Bandara Kertajati selepas diberhentikannya seluruh layanan penerbangan pada awal April ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG  - Progres operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka, masih belum sesuai harapan. Dana triliunan rupiah yang sudah dikucurkan APBD Provinsi Jawa Barat  belum menampakkan hasil yang signifikan.

PT BIJB diminta menggaet investor dan membuka selebar-lebarnya kerja sama dengan pelaku bisnis, agar kondisi keuangan tak berdarah-darah.

"Itu hasil diskusi  seri pertama soal Bandara Kertajati, yang diinisiasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jabar dan Kadin Jabar, " ujar Sony Fitrah Perizal, Ketua JMSI Jabar di kantornya , Sabtu (10/9).

Diskusi yang digelar pada Jumat 9 September 2022 itu menghadirkan pembicara Asda Ekbang Setda Jabar Taufiq Budi Santoso, Dirut PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Muhammad Singgih, dan anggota Bangar DPR RI H. Mulyadi.

Baca juga: Bandara Kertajati Majalengka Mulai Bangkit di Tengah Keterpurukan Akibat Pandemi Covid-19

Asda Ekbang Setda Jabar Taufiq Budi Santoso, mengatakan, kondisi Bandara saat ini disebabkan banyak hal.

“Aksesabilitas Tol Cisumdawu yang belum selesai, dampak pandemi Covid-19 yang mengganggu seluruh sendi ekonomi, Bandara Husein yang masih beroperasi, harga avtur di Kertajati yang lebih tinggi ketimbang di Bandara Cengkareng, dan lain sebagainya,” ujar mantan Kepala Bappeda Jabar itu.

Dirut PT BIJB Muhammad Singgih, mengungkapkan, dibandingkan tahun lalu, progres tahun 2022 sudah jauh lebih baik.

Disebutkannya, kargo sudah naik 4.000 persen. Lalu, di awal tahun sudah kontrak dengan perusahaan aircraft maintenance untuk jasa perbaikan pesawat.

“Memang uang yang masuk tahun ini masih kecil, sekitar Rp 900 juta sebulan. Namun, lebih besar ketimbang tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar setahun,” kata Singgih.

Diskusi Soal Bandara Kertajati
Diskusi  seri pertama soal Bandara Kertajati, yang diinisiasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jabar dan Kadin Jabar.
Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved