Breaking News:

Miris, Bocah 10 Tahun Diduga Dibuat Lemas oleh Kepala Sekolah Hingga Tukang Sapu di Gudang Sekolah

Sungguh tidak bermoral, seorang kepala sekolah hingga tukang sapu di sebuah sekolah di Medan diduga merudapaksa seorang murid.

Editor: dedy herdiana
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban rudapaksa - eorang kepala sekolah hingga tukang sapu di sebuah sekolah di Medan diduga merudapaksa seorang murid secara bergantian. 

TRIBUNCIREBON.COM, MEDAN- Sungguh tidak bermoral, seorang kepala sekolah hingga tukang sapu di sebuah sekolah di Medan diduga merudapaksa seorang murid.

Seorang bocah 10 tahun berjenis kelamin perempuan itu dibuat lemas lalu dirudapaksa secara bergantian di gudang sekolah.

Disebutkan bahwa sebelum dirudapaksa, siswi tersebut diduga diberi minum serbuk putih, lalu kemudian diikat dan dibawa ke gudang sekolah.

Baca juga: BCL Bocah 9 Tahun Dibuat Lemas Tetangganya di Rerumputan hingga Akhirnya Meninggal, Ini Kejadiannya

Kemudian seseorang yang diduga kepala sekolah keluar dari gudang dan menjaga pintu gudang.

Kejadian itu terungkap setelah ibu korban meminta tolong Hotman Paris Hutapea di Jakarta.

Kepada Hotman Paris Hutapea, ibu korban bernama Imelda mengaku anaknya diduga menjadi korban pemerkosaan oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi sekolah hingga tukang sapu di Medan.

"Kepala sekolah keluar dari gudang terus jaga gudang. Si tukang sapu masuk ke gudang letakkan anak tadi ke gudang, ke atas meja di dalam gudang. Setelah itu tukang sapu keluar jaga gudang pimpinan sekolah masuk,"kata Imelda, seperti dilihat dari Instagram pribadi Hotman Paris, Rabu (7/9/2022).

Ilustrasi - Pencabulan
Ilustrasi - Pencabulan (Tribun Maluku)

Di dalam gudang inilah diduga bocah perempuan 10 tahun ini diperkosa oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi hingga tukang sapu.

Dalam sesi tanya jawab antara Hotman dan Imelda ia mengaku anaknya diperkosa sebanyak dua kali oleh para pelaku.

"Sampai 2 kali kejadian. Pimpinan sekolah, pimpinan administrasi bahkan tikang sapu memerkosa anak ibu ?" tanya Hotman.

Baca juga: Gadis Belia Pulang Nangis Tanpa Pakai Celana Dalam, Ngaku Dibikin Lemas Pria di Taman

Kemudian wanita berkaus merah ini pun mengiyakan kejadian yang dialami anaknya sebanyak dua kali.

Hotman Paris Hutapea menyebut kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 10 September 2021 lalu dan dilanjutkan ke Polda Sumut.

Namun dugaan pemerkosaan siswi perempuan ini diduga mandek hingga hampir setahun.

Saat itu yang dilaporkan cuma tukang sapu dan seorang pegawai tata usaha, sementara kepala sekolah dan pimpinan administrasi belum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved