Gara-gara Ferdy Sambo, Hotman Paris Mendadak Tidak Bisa Tidur Selama 3 Hari, Kenapa?
Hotman Paris akhirnya buka suara perihal keputusannya menolak untuk menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNCIREBON.COM - Pengacara kondang, Hotman Paris akhirnya buka suara perihal keputusannya menolak untuk menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Bersamaan dengan hal itu, pengacara berdarah Batak tersebut mengaku jika dirinya sempat tertarik akan penawaran tersebut.
Bukan tanpa sebab, sebagai pengacara tentu menangani kasus tersebut merupakan impian bagi setiap lawyer lantaran secara tidak langsung bisa membesarkan nama baik pengacara yang bersangkutan.
Sayangnya, Hotman Paris memilih untuk menolak menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Di samping itu, Hotman Paris mengaku sempat diminta jadi pengacara Brigadir J hingga Bharada E.
Baca juga: TERUNGKAP Bukan dengan BCL, Hotman Paris Honeymoon Bareng Wanita Cantik dan Ini Pulau Tujuannya
Namun ia mengatakan bahwa dirinya malah sempat tertarik untuk menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Bukan tanpa alasan, sebab Hotman Paris mengaku dirinya melihat hal yang dianggap biasa oleh orang lain.
Ia pun menyebut bahwa jika terbukti benar, hal itu bisa meloloskan Ferdy Sambo dari pasal 340 yakni hukuman mati.
“Memang benar hotman paris diminta oleh Pak Sambo untuk jadi pengacaranya, juga diminta untuk jadi pengacara Ibu PC, itu benar,” kata Hotman Paris dilansir dari Youtube TRANS TV Official
Dirinya pun mengaku sempat dilema untuk menerima atau menolak permintaan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Hotman Paris bahkan sampai tidak bisa selama tiga hari.
“Saya tiga hari enggak bisa tidur, untuk mengatakan yes or no. Karena ini adalah kasus impian sebagai lawyer, artinya ini adalah kasus di dunia mana pun membuat lawyer jadi populer,” ujar Hotman Paris.
Ia pun kemudian mencontohkan kasus impian yang terjadi di Amerika, yakni kasus suami bunuh istri dan dimenangkan oleh suami.
“Dimenangkan oleh dia karena sarung tangan yang dituduh sebagai alat pembunuh tidak cocok, gak bisa muat, berarti gak mungkin dipake kan,” jelasnya.
Bahkan Hotman Paris menolak menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut.
“Jadi sesudah tiga hari saya enggak bisa tidur, akhirnya saya putuskan, dengan berat hati saya menolak menjadi pengacara dari Pak Sambo dan Ibu PC,” tandasnya.
Baca juga: Soimah Mengadu ke Hotman Paris, Anaknya Santri Gontor Meninggal Usai Kemah, Diduga Ada Kekerasan
Lantas apa yang membuat Hotman Paris menolak untuk menjadi kuas hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?
Pengacara kondang tersebut lantas mengurai dua hal yang jadi alasan dirinya menolak permintaan tersebut.
“Pertama mencegah terjadi konflik kepentingan, karena saya juga sebagai pembawa acara atau host di suatu acara tv, di mana saya membahas kasus-kasus itu berarti harus netral, dan bahkan nanti di persidangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Hotman Paris menyebut sejak kasus itu mulai ada, sudah jutaan orang meminta dirinya untuk menjadi pengacara dari keluarga Brigadir J dan Bharada E.
“Dan kebetulan memang saya lagi sibuk membuat program Hotman 911,” jelasnya.
Ia pun mengakui kalau dirinya sempat tertarik menerima tawaran menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Kenapa waktu itu saya sempat tertarik menerima tawaran jadi pengacara Sambo, ada satu yang saya temukan yang profesor, doktor hukum pun belum tentu tahu ini, karena ini adalah keahlian seorang pengacara,” ungkapnya.
Hotman Paris pun mengaku kalau dirinya memiliki keahlian bisa melihat jarum kecil di tumpukan jerami, ditambah dengan pengalaman 36 tahun.
“Ada satu hal yang saya dengar dan memang saya sudah bicara dengan timnya, bahwa tidak perduli orang,” jelas dia.
Ia pun mengurai pembicaraannya dengan tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yakni soal kesaksian para ajudan.
“Kalau soal benar nanti di persidangan. Bahwa setelah Ibu PC pulang dari Magelang, ceritalah apa yang dia alami ke suaminya di rumah pribadi, di Saguling.
At the time, seorang jenderal menangis. Why?,” tutur Hotman Paris.
Ia pun melihat ada sesuatu di balik tangisan Ferdy Sambo tersebut.
“Kalau itu terkait kasus narkoba enggak mungkin menangis kan?,” katanya.
Menurut Hotman Paris, mungkin bagi kebanyakan orang tidak peduli dengan kalimat menangis tersebut.
“Tapi bagi seorang Hotman Paris, intinya gini, soal kejadian atau tidak itu hal lain. Tapi pada saat ia menangis, tentu ada sesuatu lah yang menyentuh, terhadap istrinya,” tuturnya.
Kemudian tak lama setelah itu, lanjutnya, terjadilah penembakan terhadap Brigadir J.
“Artinya apa, karena Sambo itu sudah mengakui bahwa dia memerintahkan menembak, berarti sudah hampir pasti kena pembunuhan biasa, pasal 338,” jelasnya.
Ia pun mengurai kemungkinan soal Ferdy Sambo lolos dari jerat hukuman mati.
“Tapi dari mulai emosi sampai dengan pembunuhan, berarti ada penjelasan apakah itu pembunuhan berencana, itu akan dipakai oleh tim kuasa hukumnya, bahwa itu sebagai alasan bahwa itu adalah pembunuhan spontan,” kata dia.
Namun, ia pun menegaskan kalau dirinya tidak memihak siapapun dalam kasus tersebut.
“Tapi itu katanya adalah kesaksian di BAP,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/TERUNGKAP-Alasan-Hotman-Paris-Tolak-jadi-Kuasa-Hukum-Ferdy-Sambo-Ternyata-Karena-Ini.jpg)