Breaking News:

Ratusan Driver Ojol Kepung Balai Kota Cirebon, Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Para pengemudi OJOL di Kota Cirebon tersebut berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah sejak akhir pekan lalu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) mengepung Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (7/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) mengepung Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Rabu (7/9/2022).

Para pengemudi Ojol  tersebut berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah sejak akhir pekan lalu.

Massa pada mulanya berkumpul di kawasan Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kemudian berjalan kaki sambil menuju Balai Kota Cirebon.

Baca juga: Harga BBM Naik, Seruan Demo Muncul di Tengah Sopir Angkot Majalengka yang Mogok Operasi

Setibanya di balai kota, mereka tampak berorasi secara bergantian di depan balai kota dan dijaga ketat petugas kepolisian. Bahkan, massa menuntut Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, datang menemui mereka.

Dalam aksi itu, Azis tampak didampingi Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, yang memimpin langsung pengamanan demo tersebut berdialog dengan massa.

Selanjutnya Ketua Keluarga Besar Online Roda Dua Cirebon Raya, Iswanto, menyampaikan, tuntutan utama para pengemudi OJOL dalam aksi itu ialah menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami rakyat kecil sangat terdampak kenaikan harga BBM, penghasilan sudah tidak menentu ditambah beban operasional bertambah," kata Iswanto.

Ia mengatakan, saat ini para pengemudi OJOL yang hingga kini status hukumnya belum jelas tersebut seperti dihantam tekanan bertubi-tubi dari mulai naiknya harga BBM hingga minimnya insentif.

Karenanya, pihaknya mendesak pemerintah memerhatikan nasib pengemudi OJOL yang kerap dirugikan akibat tidak sehatnya persaingan tarif antaraplikator.

"Tolong perhatikan kesejahteraan para drivel OJOL juga, kami merasa selama ini perhatian dari pemerintah sangat minim, bahkan cenderung membiarkan begitu saja," ujar Iswanto.

Sementara Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengatakan, tuntutan yang disampaikan pengemudi OJOL lebih kepada desakan agar lebih diperhatikan pemerintah.

Menurut dia, tuntutan tersebut juga harus diakomodasi, khususnya oleh Pemkot Cirebon sebagai penyelenggara pemerintahan di Kota Udang, sehingga kesejahterannya meningkat.

"Kami akan mengajak OJOL merumuskan apa yang perlu disampaikan ke pemerintah pusat. Itu yang paling penting, karena mereka sejatinya pejuang tangguh," kata Nashrudin Azis. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved