Breaking News:

Pastikan Tak Ada Aksi Mogok Angkot, Organda Kota Cirebon: Hanya Minta Penyesuaian Tarif

DPC Organda Kota Cirebon memastikan para sopir dan pengusaha angkot di Kota Cirebon tidak akan menggelar demo maupun aksi mogok.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
DPC Organda Kota Cirebon memastikan para sopir dan pengusaha angkot di Kota Cirebon tidak akan menggelar demo maupun aksi mogok. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - DPC Organda Kota Cirebon memastikan para sopir dan pengusaha angkot di Kota Cirebon tidak akan menggelar demo maupun aksi mogok.

Sekretaris DPC Organda Kota Cirebon, Karsono, mengatakan, hal itu berdasarkan kesepakatan sopir dan pengusaha angkot sejak pascaharga BBM bersubsidi naik pada akhir pekan lalu.

Namun, menurut dia, para sopir dan pengusaha angkot di Kota Udang menolak sepenuhnya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.

"Kami menolak kenaikan harga BBM, tapi sebagai rakyat kecil juga tidak bisa berbuat banyak," ujar Karsono saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Tarif Bus AKAP Sugeng Rahayu Jurusan Cirebon - Tegal hingga Cirebon - Surabaya Naik Hingga 30 Persen

DPC Organda Kota Cirebon menyepakati kenaikan tarif angkutan kota (angkot) pascaharga BBM bersubsidi naik pada akhir pekan lalu.
DPC Organda Kota Cirebon menyepakati kenaikan tarif angkutan kota (angkot) pascaharga BBM bersubsidi naik pada akhir pekan lalu. (TribunCirebon.com/Machmud Mubarok)

Karenanya, para sopir dan pengusaha angkot hanya menginginkan adanya penyesuaian tarif menjadi Rp 6 ribu untuk umum dan Rp 4 ribu untuk pelajar atau mahasiswa.

Ia mengatakan, besaran tarif angkot di Kota Cirebon sebelumnya ialah Rp 4 ribu untuk masyarakat umum dan Rp 3500 untuk para pelajar atau mahasiswa.

Pihaknya menegaskan, kenaikan harga BBM menimbulkan multiplayer effect dari mulai kenaikan harg kebutuhan pokok hingga harga spareparts kendaraan juga diperkirakan turut naik.

"Jadi, kami hanya meminta penyesuaian tarif angkot, karena semakin membengkaknya biaya operasional dampak kenaikan harga BBM," kata Karsono.

Karsono menyampaikan, seluruh sopir dan pengusaha angkot tidak menginginkan demo maupun aksi mogok massal yang nantinya bakal merepotkan banyak pihak.

Ia mengakui, sejak pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi seluruh sopir dan pengusaha angkot berkoordinasi agar tidak terjadi aksi mogok tersebut.

"Tarif angkot di Kota Cirebon juga baru kali ini naik lagi, karena sebelumnya ditetapkan sejak beberapa tahun lalu, dan kami mohon maklum dari masyarakat," ujar Karsono. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved