Breaking News:

Motif Perampas Nyawa Pemuda LDII Asal Jatim di di Indramayu Diungkap Polisi, Ternyata Karena Ini

Pelaku perampasan nyawa mubalig LDII akhirnya ditangkap, motif pelaku pun diungkap polisi Indramayu

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Pelaku pembunuhan tukang donat keliling sekaligus mubalig atau jemaah LDII Jatibarang saat digiring polisi di Mapolres Indramayu, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Motif pelaku perampasan nyawa Mohammad Royan Fauzan Adzim (25) , seorang pedagang donat keliling sekaligus mubalig atau jemaah LDII di Kabupaten Indramayu, diungkap polisi.

Korban yang merupakan warga Jatim tersebut sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar messnya di Desa/Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu pada Sabtu (27/8/2022) lalu.

Sedangkan pelakunya, diketahui adalah mantan jemaah LDII, UA (31) warga Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.

Pelaku ini sebelumnya dikeluarkan dari jemaah LDII beberapa tahun lalu karena perilakunya.

Baca juga: Pemuda Asal Jatim Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah di Mes Jatibarang Indramayu, Diduga Dibunuh

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengatakan, adapun alasan pelaku tega menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati.

"Tersangka ini tiba-tiba teringat kembali rasa sakit hatinya saat dikata-katai kalimat yang tidak pantas beberapa tahun sebelumnya oleh seorang jemaah LDII di media sosial," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (6/9/2022).

Diketahui, beberapa tahun lalu pelaku tersebut sempat menjadi korban perundungan oleh jemaah lainnya, pelaku saat itu disebut sudah kafir dan murtad.

Lanjut AKBP M Lukman Syarif, pada malam kejadian, pelaku yang dalam kondisi dipengaruhi minuman keras kebetulan lewat depan Masjid LDII.

Karena terpicu dendam masa lalu, pelaku tiba-tiba masuk ke sebuah kamar mess yang ada di dalam masjid.

Saat itu ia mendapati ada kamar bertuliskan  mubalig di atas pintu. Tanpa pandang bulu, pelaku masuk ke dalam kamar dan langsung menghabisi korban yang saat itu sedang tertidur menggunakan linggis.

"Korban dan pelaku ini sebenarnya tidak saling kenal," ujar dia.

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 ayat (3) KUHP.

"Dengan hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved