Breaking News:

Harga BBM Naik

Harga Solar Naik, Sejumlah Nelayan di Desa Bandengan Cirebon Tak Melaut

Pemerintah resmi memutuskan harga BBM naik dari mulai solar, Pertalite, hinga Pertamax, sejak akhir pekan lalu

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah nelayan saat membersihkan kapal yang bersandar di kawasan pesisir Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Senin (5/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah resmi memutuskan harga BBM naik dari mulai solar, Pertalite, hinga Pertamax, sejak akhir pekan lalu.

Karenanya, sejumlah nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tampaknya memilih untuk tidak melaut.

Baca juga: BUNTUT Harga BBM Naik, Ratusan Sopir Elf dan Angkot Mogok Angkut Penumpang di Indramayu

Wasnadi (57), nelayan di Desa Bandengan, mengatakan, kenaikan harga solar membuat biaya operasional untuk melaut meningkat.

Pasalnya, ia membutuhkan modal lebih besar dibanding sebelum harga solar naik, terlebih hasil tangkapan ikan yang sering kali tak menentu.

"Modalnya enggak cukup Rp 100 ribu, karena minimal bawa solar 10 liter, tapi sekarang harganya naik," ujar Wasnadi saat ditemui di pesisir Desa Bandengan, Senin (5/9/2022).

Sebelum harga solar naik, ia masih bisa menggunakan uang sisa pembelian 10 liter solar untuk bekal selama melaut, dari mulai makanan, minuman, hingga rokok.

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik, Sopir Angkot di Majalengka Mogok Massal Tuntut Kenaikkan Tarif

Kini, ia membutuhkan modal lebih dari Rp 100 ribu untuk sekali melaut yang hasilnya pun tak menentu dan dibagi rata dengan sesama nelayan serta pemilik kapal.

Ia mengatakan, pada Sabtu (3/9/2022) hanya mendapatkan lima kilogram rajungan dan 1,5 kilogram ikan dari hasil tangkapan saat melaut.

"Rajungan harganya hanya Rp 30 ribu perkilogram, dan ikannya dibagi dengan saudara yang ikut melaut. Hasil penjualan juga dibagi lagi," kata Wasnadi.

Sementara Robani (51), nelayan lainnya, menyampaikan, masih melaut menggunakan sisa solar yang dibeli sebelum harganya naik.

Sebab, ia biasa membeli solar sebanyak 30 liter untuk persediaan selama beberapa hari. Namun, hasil tangkapan pada hari ini juga tak seberapa.

Jala miliknya yang tergulung di kapal tampak kusut. Di sebelahnya terlihat ember hitam berisi ikan-ikan kecil yang ditangkapnya di laut.

"Ya segini hasilnya, kebanyakan ubur-ubur. Saya menghabiskan sisa lima liter solar untuk melaut di dekat sini," ujar Robani sambil menunjukkan ember berisi ikan kecil tersebut.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved