Breaking News:

14 Orang Bukan Muhrim Digedor Satpol PP Saat Indehoy di Hotel Melati Cirebon, Banyak Wajah Baru

Sebanyak 14 orang pasangan bukan muhrim atau bukan suami istri digedor petugas saat tengah indehoy di hotel melati

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA/DOK. SATPOL PP KOTA CIREBON
Petugas Satpol PP Kota Cirebon saat menggelar razia pekat di salah satu hotel kelas melati di Jalan Sukalila, Kota Cirebon, Minggu (4/9/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak 14 orang pasangan bukan muhrim atau bukan suami istri digedor petugas saat tengah indehoy di hotel melati di Kota Cirebon. Mereka bagian dari 21 orang yang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Satpol PP Kota Cirebon, Minggu (4/9/2022) malam.

Dalam razia yang melibatkan unsur TNI - Polri itu, petugas tampak mendatangi sejumlah hotel kelas melati yang diduga kerap didatangi pasangan bukan suami istri.

Mereka terlihat mengetuk satu per satu pintu kamar penginapan dan meminta penghuninya untuk menunjukkan kartu identitasnya.

Saat mendapati pasangan pria dan wanita, petugas langsung meminta mereka menunjukkan buku ataupun dokumen nikahnya.

Baca juga: Satpol PP Gedor Pintu Indekos di Cirebon, 11 Pasangan Bukan Muhrim Lagi Ngamar Diamankan

Pasangan yang tidak dapat menunjukkan surat maupun dokumen nikah terlihat langsung digelandang ke Satpol PP Kota Cirebon untuk diperiksa lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga menyisir warung remang-remang di kawasan Jalan Sukalila, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Ahmad Yani, Kota Cirebon.

Kasi Bina trantibum Satpol PP Kota Cirebon, Yoga Pramono, mengatakan, dari 21 orang yang diamankan 14 di antaranya merupakan pasangan bukan suami istri.

Namun, pihaknya memastikan orang-orang yang terjaring razia tersebut merupakan wajah baru. Ia tak mendapati orang yang pernah terjaring razia serupa.

"Untuk tindakan selanjutnya akan diputuskan setelah penyidik Satpol PP merampungkan pemeriksaan," kata Yoga Pramono saat ditemui seusai kegiatan.

Ia mengatakan, razia pekat digelar secara rutin dan turut melibatkan instansi terkait untuk menjaga kondusivitas wilayah Kota Cirebon.

Pihaknya mengakui, sasaran utama dalam razia pekat kali ini ialah pemberantasan praktik asusila di hotel kelas melati se-Kota Cirebon.

"Razia pekat ini semata-mata untuk memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta menjaga ketertiban di Kota Cirebon," ujar Yoga Pramono.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved