Breaking News:

Harga BBM Naik

Harga BBM Naik Tapi Upah Tidak Naik, Buruh Jawa Barat Nyatakan Protes dan Akan Gelar Demo

Ketua Umum DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto menyatakan menolak kebijakan pemerintah soal harga BBM naik.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Roy Jinto, Ketua KSPSI Jabar, saat diwawancara di Monju Kota Bandung, Senin (2/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ketua Umum DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto Ferianto menyatakan menolak kebijakan pemerintah soal harga BBM naik.

Ia menilai harga BBM subsidi naik ini kian memberatkan kaum buruh dan masyarakat ekonomi kecil karena akan menaikkan harga bahan-bahan kebutuhan pokok.

"Sebelum kenaikan harga BBM, harga-harga bahan pokok di pasar sudah naik bahkan inflasi dari Januari sampai Juli 2022 sekitar 3,85 persen hampir 4 persen, apalagi diumumkannya kenaikan harga BBM kemarin, harga-harga bahan pokok akan melambung tinggi diikuti dengan inflasi," kata Roy melalui ponsel, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Curhat Sopir Angkot di Indramayu Kian Terpuruk, Sebelum BBM Naik Cuma Bawa Pulang Uang Rp 20-50 Ribu

Ia mengatakan bagi kaum buruh, sejak UU Cipta Kerja disahkan, nasib buruh semakin sulit. Kebijakan pemerintah pun dianggap kian tidak berpihak terhadap kaum buruh.

Hal ini diikuti dengan upah minimum yang tidak naik pada 2021 dan 2022.

"Apalagi tahun 2022 pemerintah menetapkan upah minimum berdasarkan PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang membuat upah buruh tidak naik.

Namun pemerintah menaikkan harga BBM yang mana konsumsi pertalite terbesar adalah kaum buruh yang menggunakan kendaraan roda dua," katanya.

Ribuan buruh turun aksi menuntut ditetapkannya upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022 sesuai dengan rekomendasi terakhir dari bupati/walikota di 27 daerah di Jawa Barat, Senin (29/11/2021).
Ilustrasi demo buruh - Ribuan buruh turun aksi menuntut ditetapkannya upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022 sesuai dengan rekomendasi terakhir dari bupati/walikota di 27 daerah di Jawa Barat, Senin (29/11/2021). (TribunJabar.id/M Nandri Prilatama)

Ia mengatakan pengeluaran buruh semakin besar dengan kenaikan BBM ini, juga penambahan biaya transportasi dan kebutuhan bahan pokok. Sedangkan upah tidak naik pada 2022.

"Nasib buruh semakin sulit. Oleh karena itu kita KSPSI menolak kenaikkan harga BBM dan akan melakukan aksi," katanya. 

Baca juga: Harga BBM Pertamina Terbaru di Semua Provinsi di Indonesia, Pasca Pemerintah Putuskan Harga BBM Naik

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved