Breaking News:

Istri Ridwan Kamil Tergoda Lihat Jutaan Buku Koleksi Big Bad Wolf di KBB, 'Duh Gemes Banget'

Big Bad Wolf di KBB Baru Dibuka, Atalia Langsung Tergoda dengan Koleksi Jutaan Buku

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil yang turut hadir langsung tergoda dengan koleksi jutaan buku yang ada di BBWB tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Bazar buku internasional Big Bad Wolf Books (BBWB) 2022 yang digelar di Parahyangan Convention, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi dibuka, Jumat (2/9/2022).


Begitu dibuka, bazar buku ini langsung diserbu sejumlah pengunjung, bahkan Bunda Literasi Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil yang turut hadir langsung tergoda dengan koleksi jutaan buku yang ada di BBWB tersebut.


Atalia mengatakan, meski pada awalnya hanya melihat saja, tetapi langsung merasa tidak tahan untuk membeli buku karena banyak koleksi buku yang sangat bagus.


"Meski di awal hanya lihat-lihat saja, gak tahan kayanya pasti bakalan beli karena bukunya bagus, gemes banget," ujarnya saat ditemui di Parahyangan Convention, Jumat (2/9/2022).


Menurutnya, bazar buku internasional BBWB ini surga bagi masyarakat yang suka membaca sehingga bazar jutaan buku ini bisa menjadi momen untuk memperkuat literasi di Jawa Barat. 


Apalagi saat ini, kata dia, minat membaca masyarakat Jawa Barat termasuk anak muda masih rendah, sehingga dengan adanya BBWB ini diharapkan minat baca bisa terus mengalami peningkatan.


"Jadi datanya (minat baca) masih sangat rendah namun sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Awal tahun 2020 itu 8 poin sekarang 9 poin," kata Atalia.


Atalia mengatakan, masyarakat saat ini lebih tertarik dengan media sosial dan informasi yang viral yang bisa diakses melalui ponsel karena lebih dari 60 juta warga saat ini sudah memiliki smartphone.


"Namun rata-rata bukan digunakan untuk membaca namun mereka mencari berita hanya judulnya saja. Termasuk media sosial. Jadi berita-berita yang sedang hits saat ini mereka tau namun mereka tidak mampu untuk meluangkan waktunya untuk membaca buku," ucapnya.


Menurutnya, dampak dari kebiasaan sedikit membaca apalagi hanya judulnya saja itu akan mudah terprovokasi dengan berita-berita atau informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.


Sementara untuk mencegah dampak tersebut, kata dia, harus dengan membaca yang harus dibiasakan sejak dini, sehingga kebiasaan tersebut harus ditanamkan sejak dari lingkungan keluarga.


"Contoh di setiap rumah disediakan sudut membaca atau perpustakaan kecil sehingga anak anak terbiasa dulu. Terus setiap hari sebelum tidur dibiasakan membacakan dongeng termasuk di sekolah 15 menit pertama itu diwajibkan dulu membaca buku itu untuk semua level," ujar Atalia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved