Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Brigadir J

Usai Rekonstruksi Brigadir J, Sambo dan Putri Candrawathi Kepergok Diam-diam Lakukan Ini

Ada momen menarik antara Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

Tayang:
Istimewa
Ferdy Sambo dan sang istri Putri Candrawathi saat proses rekonstruksi pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). Ada momen menarik antara Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNCIREBON.COM- Ada momen menarik antara Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

Diketahui rekonstruksi pembunuhan Brigadir J telah digelar pada Selasa (30/8/2022) di rumah pribadi dan rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Selama proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J tersebut, terdapat momen terciduk antara Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi.

Dalam momen itu, terlihat Irjen Ferdy Sambo diam-diam mengucapkan salam perpisahan kepada sang istri, Putri Candrawathi yang disorot kamera.


 Ya, dengan tangan diikat kabel tis, Ferdy Sambo sempat melayangkan salam perpisahan usai rekonstruksi pembunuhan Brigadir J selesai dilaksanakan.

Salam perpisahan dari Ferdy Sambo sontak membuat Putri Candrawathi pilu.

Baca juga: Ferdy Sambo Ucap Dua Kalimat Ini ke Brigadir J, Setelah Itu Suruh Bharada E Tembak Yosua

Seperti diketahui kemarin, selama 7,5 jam, lima tersangka pembunuhan Brigadir J melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada 8 Juli 2022.

Kelima tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, serta Bripka Ricky Rizal mengikuti jalannya rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dengan seksama.

Melakoni 78 adegan di rekonstruksi tersebut, ada dua sosok yang paling disorot.

Mereka adalah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Baca juga: Ferdy Sambo Peluk Cium Putri Candrawathi, Lepas Rindu atau Bagian dari Rekonstruksi?


Bukan tanpa alasan pasangan suami istri pelaku pembunuhan berencana itu jadi perbincangan.

Pasalnya mantan Kadiv Propam Polri dan istrinya itu tak canggung melakoni adegan mesra selama proses rekonstruksi berlangsung.

Namun semula, Putri Candrawathi tampak canggung saat pertama kali bertemu Ferdy Sambo usai ditetapkan sebagai tersangka.

Saat memperagakan adegan perencanaan pembunuhan di rumah mereka di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Putri Candrawathi tak berani menatap mata sang suami.

Sementara Putri Candrawathi tampak gugup, Ferdy Sambo justru bersikap santai.

Tak sedikitpun kecemasan tampak di raut wajah sang jenderal.


Mesra Sebelum Berpisah

Kendati sempat kaku, Putri Candrawathi akhirnya tak tahan menumpahkan rasa rindunya kepada sang suami.

Hal itu terlihat saat Putri Candrawathi hendak berpisah dari Ferdy Sambo.

Sesaat sebelum rekonstruksi selesai digelar, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tampak lengket.

Terekam kamera Kompas TV, Putri Candrawathi bahkan enggan melepas tangannya dari tangan Ferdy Sambo.

Sembari menunduk, Putri Candrawathi terus memegangi lengan Ferdy Sambo.

Tak hanya itu, Putri Candrawathi juga sempat menyandarkan dagunya ke bahu Ferdy Sambo.

Melihat sikap manja sang istri, Ferdy Sambo meresponnya dengan gerakan kepala.

Ferdy Sambo dan sang istri Putri Candrawathi menampakkan kemesraan saat proses rekonstruksi pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022)
Ferdy Sambo dan sang istri Putri Candrawathi menampakkan kemesraan saat proses rekonstruksi pembunuhan terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) (Istimewa)


Sikap mesra Putri Candrawathi itu juga ditunjukkan sebelum berpisah dari sang suami.

Ibu empat anak itu sempat memakaikan masker wajah kepada Ferdy Sambo.

Di momen itu, Putri Candrawathi terlihat sedih hendak berpisah dari sang suami.

Sebelum digelandang ke Mako Brimob, Ferdy Sambo diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan sang istri.

Kali ini, Ferdy Sambo menyampaikan salam perpisahan kepada Putri Candrawathi.

Ferdy Sambo memeluk dan mencium kening sang istri dengan posisi tangannya yang diikat tali tis.

Terlihat Putri Candrawathi sempat menyandarkan kepalanya ke bahu Ferdy Sambo seraya menampakkan wajah sedih nan pilu.

Selepas memeluk sang istri, Ferdy Sambo pun kembali menaiki mobil taktis Brimob Mako Brimob Kepala Dua.


Analisa Ahli

Gelagat romantis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di momen rekonstruksi memantik komentar Ahli Forensik Emosi Handoko Gani.

Dalam tayangan Kompas TV, Handoko Gani mengomentari adegan mesra pasutri pelaku pembunuhan berencana Brigadir J tersebut.

Menurutnya, ia masih mempertanyakan apakah adegan tersebut bagian dari rekonstruksi atau bukan.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Adegan Kuat Maruf Bawa Pisau, Sang Tersangka Marah ke Brigadir J Gara-gara Ini

"Ini juga menurut saya perlu diklarifikasi. Apakah adegan tersebut sedang melukiskan kejadian waktu itu ? Apakah kejadian itu sudah sama kata-katanya digunakan pada saat itu ?"

"Apakah keluhan itu menjadi dasar kuat bagi seseorang untuk melakukan dugaan pembunuhan berencana ? Karena kalau keluhan hanya segitu apakah itu dapat menjadi sebuah alasan kuat untuk seseorang melakukan rencana sama-sama," ungkap Handoko Gani dikutip TribunnewsBogor.com pada Rabu (31/8/2022).


Kendati sempat melihat kemesraan tersebut, Handoko Gani menyebut ada tekanan yang terlihat dalam diri Putri Candrawathi.

"Kalau bicara tertekan, tanda orang tertekan kan banyak, misal tidak berani menatap. Saya melihat kemungkinan pressure itu ada, kemungkinan takut salah juga ada, kemungkinan takut malah memberatkan juga ada," kata Handoko Gani.

Tak hanya melihat gelagat romantis, Handoko Gani juga menganalisa gestur Putri Candrawathi yang tak berani menatap mata sang suami.

"Ini kan jadi menarik, kok gestur tadi muncul, kenapa harus menghindar, bagaimana seharusnya suami dan istri. Bang Sambo dan Bu Putri harus lebih mewujudkan apa yang terjadi waktu itu. Tidak perlu menunjukkan ekspresi menghindar, tapi menunjukkan ekspresi sebagaimana suami istri yang baru saja merayakan pernikahan mereka," pungkas Handoko Gani.

"Saya jadi bingung, bertanya-tanya. Kita enggak bisa mencoba meramal apa yang terjadi. Dugaan saya adalah belum optimal. Mungkin masih ada yang belum diungkapkan dari keduanya ( Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi)," sambungnya.(*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved