Breaking News:

Murid SD di Cianjur Terpaksa Belajar Ngampar, Ada yang Sampai Ketiduran karena Terus Telungkup

murid SD SDN Karyasakti, Kampung Pasirgede, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur belajar ngampar sampai ketiduran

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Murid SD belajar ngampar karena bangunan sekolah rusak dan tak punya kursi dan meja terjadi di SDN Karyasakti, Kampung Pasirgede, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Satu lagi pemandangan murid SD belajar ngampar karena bangunan sekolah rusak dan tak punya kursi dan meja terjadi di SDN Karyasakti, Kampung Pasirgede, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Murid SD banyak yang tak fokus belajar karena belajar ngampar sering membuat pegal. Ada juga murid yang sampai ketiduran karena terus telungkup di lantai.

Menurut wali kelas V, Ai Hafsah, kendala belajar mengajar banyak sekali dialami muridnya. Selain buku paket yang terbatas dan harus rebutan, murid juga terpaksa belajar melantai karena tak ada kursi dan meja.

Baca juga: Kelas Nyaris Ambruk, Murid SD di Cianjur Terpaksa Belajar Sambil Ngampar di Musala

Murid SDN Sukagalih Cikalongkulon Cianjur terpaksa belajar ngampar di Musala karena ruangan kelasnya nyaris ambruk.
Murid SDN Sukagalih Cikalongkulon Cianjur terpaksa belajar ngampar di Musala karena ruangan kelasnya nyaris ambruk. (TribunJabar.id/Ferri Amiril Mukminin)

Kondisi tersebut sudah berlangsung dua tahun dan dilakukan saat kegiatan belajar mengajar dimulai sejak pandemi covid-19.

"Ada murid yang sampai tertidur karena telungkup dan rebahan terus di lantai, mau bagaimana lagi karena keterbatasan tapi kegiatan belajar mengajar tetap harus berlangsung," katanya, saat ditemui di sekolah, Kamis (1/9/2022).

Dua murid kelas V, Teguh dan Alfi berharap sekolah bisa segera mendapat bantuan kursi dan meja agar ia bisa belajar fokus.

"Iya sering pegal, karena tak ada meja dan kursi, saya berharap segera ada bantuan dari pemerintah agar kami bisa belajar dengan fokus," katanya.

Keduanya membenarkan jika sering keluar masuk kelas untuk mengusir rasa pegal karena belajar ngampar.

Yana Suryana guru kelas VI, mengatakan bangunan sekolah tersebut terakhir direhab pada tahun 2006.

"Terakhir direhab tahun 2006, atap masih bilik, kadang belajar di teras tapi panas, jadi kami paksakan menggunakan ruangan yang sudah rusak," katanya.

Ia mengatakan untuk mensiasati agar semua murid bisa belajar, jam belajar diatur dari pagi hingga pukul 10 dan dari pukul 10 sampai pukul 12.00 WIB.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved