Breaking News:

Bebas, Habib Bahar Ingin Fokus Bersama Keluarga dan Ngajar di Pondok Pesantren Miliknya

Setelah bebas, Habib Bahar bin Smith ingin fokus bersama keluarga dan mengajar di pesantren Tajul Alawiyyin miliknya di Bogor. 

Tribun Jabar/Nazmi
Habib Bahar bin Smith akhirnya bisa menghirup udara bebas. Bahar bebas dari Rutan Polda Jabar, Kamis (1/9/2022) pukul 03.00 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Setelah bebas, Habib Bahar bin Smith ingin fokus bersama keluarga dan mengajar di pesantren Tajul Alawiyyin miliknya di Bogor. 


Hal itu diungkapkan Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Habib Bahar sesuai kliennya dinyatakan bebas dari Rutan Polda Jabar, Kamis (1/9/2022), pukul 03.00 WIB pagi. 


"Beliau menyampaikan terimakasih kepada umat Islam dan para pecinta Habib Bahar yang telah mendukung dan mendoakan selama proses hukum berjalan. Selanjutnya, beliau mau fokusdan berkumpul dulu dengan keluarga dan mengajar serta mengurus pondok pesantrennya," ujar Ichwan, saat dihubungi Kamis (1/9/2022). 

Bahar bin Smith
Bahar bin Smith (Istimewa)


Habib juga, kata dia, rencananya akan pulang kampung ke Manado untuk ziarah ke makam keluarganya. 


"Ya, mau istirahat dulu sama keluarga, mau ziarah ke makam di Manado juga," katanya. 


Habib pun sementara ini, kata dia, belum menerima undangan ceramah dari luar.


"Kalau undangan belum, yang jelas kami tetap selalu mengingatkan beliau, tapi keputusannya ada dibeliau," ucapnya. 


Sebelumnya, vonis Habib Bahar bin Smith diperberat Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menjadi tujuh bulan kurungan penjara. 


Dalam salinan putusan Hakim PT Bandung dari laman Mahkamah Agung (MA) Rabu (31/8/2022), PT Bandung menerima banding jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, atas vonis 6 bulan 15 hari Bahar. 


"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 bulan," ujar Hakim Ketua Untung Widiarto, dalam putusannya.


Dalam putusannya, hakim PT Bandung menilai Bahar bersalah menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau tidak lengkap. 


Hakim pun memerintahkan agar Bahar dibebaskan dari penjara, lantaran vonis 7 bulan penjara yang diberikan sudah habis, dikurangi masa penahanan yang dijalani Baha. 


"Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan rumah tahanan negara," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved