Breaking News:

Bawaslu Indramayu Terima Aduan Ada 6 Masyarakat yang Namanya Tiba-tiba Dicatut Masuk Anggota Parpol

Bawaslu Kabupaten Indramayu mendapat aduan dari masyarakat terkait identitas mereka yang dicatut dalam Sipol.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu mendapat aduan dari masyarakat terkait identitas mereka yang dicatut dalam Sipol. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu mendapat aduan dari masyarakat terkait identitas mereka yang dicatut dalam Sipol.

Secara keseluruhan ada 6 orang masyarakat yang mengadu ke Bawaslu hingga per tanggal 30 Agustus 2022.

Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi mengatakan, sebanyak 6 orang itu merasa dirugikan karena namanya tiba-tiba masuk keanggotaan salah satu partai politik.

"6 orang ini masing-masing berasal dari Kecamatan Kertasemaya, Arahan, Juntinyuat, Kedokanbunder, dan di Kecamatan Silyeg ada 2 orang, total ada 6 masyarakat yang mengadu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: NIK Miliknya Dicatut Parpol, Sejumlah Warga Datangi Kantor KPU Majalengka untuk Lapor

Nurhadi menyampaikan, data tersebut diketahui berdasarkan hasil pengawasan verifikasi administrasi pendaftaran peserta pemilu 2024 yang dilakukan Bawaslu mulai 2-31 Agustus 2022.

Menindaklanjuti aduan tersebut, kata Nurhadi, status keenam masyarakat yang namanya tercatut nantinya otomatis akan langsung berubah menjadi tidak memenuhi syarat (TMS).

Bawaslu Kabupaten Indramayu juga sudah berkirim surat saran perbaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu perihal aduan tersebut.

Dalam hal ini, Bawaslu Indramayu juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mengecek secara mandiri data pribadi masing-masing di Sipol.

Masyarakat bisa mengecek apakah data pribadinya masuk dalam Sipol atau tidak melalui laman https://infopemilu.kpu.go.id/Pemilu/Cari_nik.

Nurhadi _3
Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi mengatakan, sebanyak 6 orang itu merasa dirugikan karena namanya tiba-tiba masuk keanggotaan salah satu partai politik.

Dikhawatirkan, kejadian pencatutan nama ada masyarakat yang tiba-tiba identitasnya dicatut menjadi salah satu anggota partai politik kembali ditemukan di Indramayu.

"Kalau misal ternyata saat dicek muncul masuk keanggotaan partai di Sipol tapi masyarakat yang bersangkutan bukan anggota parpol bisa segera melapor ke kami," ujar dia.

Bawaslu Kabupaten Indramayu sendiri juga sudah membuat layanan aduan masyarakat untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak melakukan aduan. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved