Breaking News:

Satpol PP Gedor Pintu Indekos di Cirebon, 11 Pasangan Bukan Muhrim Lagi Ngamar Diamankan

Satpol PP Kabupaten Cirebon menjaring 11 pasangan bukan suami istri dalam razia penyakit masyarakat (pekat), Selasa (30/8/2022) malam.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat saat diamankan di Satpol PP Kabupaten Cirebon, Selasa (30/8/2022) malam 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Satpol PP Kabupaten Cirebon menjaring 11 pasangan bukan suami istri dalam razia penyakit masyarakat (pekat), Selasa (30/8/2022) malam.


Razia pekat tersebut tampak menyasar sejumlah indekos maupun pemondokan di wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.


Para petugas terlihat mengetuk satu-persatu kamar di tiap indekos dan menemukan pasangan bukan suami istri berada dalam satu kamar.

Baca juga: Satpol PP Amankan 7 Pasangan Bukan Muhrim di Cirebon, Ada Bukti Kondom Bekas hingga Pil KB


Saat itu, petugas meminta pasangan bukan suami istri tersebut menunjukkan kartu identitasnya, namun hampir semuanya mengaku tidak membawanya.


Karenanya, mereka pun langsung digiring ke Kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh petugas.


Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, mengatakan, pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat itu langsung didata untuk keperluan pemeriksan.

Sejumlah pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat saat diamankan di Satpol PP Kabupaten Cirebon, Selasa (30/8/2022) malam
Sejumlah pasangan bukan suami istri yang terjaring razia pekat saat diamankan di Satpol PP Kabupaten Cirebon, Selasa (30/8/2022) malam (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)


Menurut dia, dari 11 pasangan yang diamankan, terdapat lima wanita diduga kerap menjajaklan diri kepada pria hidung belang melalui aplikasi ponsel.


"Dalam kasus semacam ini, kami mengupayakan untuk menyeret mereka ke ranah tindak pidana ringan atau tipiring," kata Dadang Priyono saat ditemui usai razia pekat.


Ia mengatakan, razia pekat itu pun menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah karena maraknya indekos disewakan per jam dan digunakan untuk aktivitas esek-esek.


Karenanya, pihaknya rutin melaksanakan operasi semacam itu untuk memberantas penyakit masyarakat dan mencegah timbulnya aktivitas tersebut.


Dadang menyampaikan, aktivitas itu melanggar peraturan daerah (perda) tentang ketertiban umum sehingga harus diberantas di Kabupaten Cirebon.


"Kami tidak akan pernah berhenti memberantas penyakit masyarakat di Kabupaten Cirebon melalui operasi semacam ini," ujar Dadang Priyono.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved