Breaking News:

Soal Izin Pameran Pembangunan Hari Jadi ke-524 Kuningan, Polisi dan Dirut PDAU Beda Pernyataan

Jelang pelaksanaan kegiatan pameran pembangunan Hari Jadi ke-524 Kuningan, ternyata masih belum ada pengajuan izin ke pihak kepolisian.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Lokasi pameran pembangunan Hari Jadi ke-524 Kuningan, Sabtu (27/8/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jelang pelaksanaan kegiatan pameran pembangunan Hari Jadi ke-524 Kuningan, ternyata masih belum ada pengajuan izin ke pihak kepolisian.

"Soal kegiatan jelang pameran pembangunan, hingga kini kami masih menunggu permohonan izin dari panitia penyelenggara," kata Waka Polres Kuningan Kompol Syamsul Bagja Bakhtiar saat ditemui di sela kegiatan aksi HMI Kuningan soal penolakan kenaikan harga BBM di DPRD Kuningan, Selasa (30/8/2022).

Dalam menghadapi kegiatan ini, Kompol Syamsul Bagja Bakhtiar mengungkap pihaknya tidak bisa langsung mengabulkan atau menolak terhadap ajuan perizinan tersebut.

Baca juga: Terminal Tipe A Kertawangunan Jadi Lapak Pameran Hari Jadi ke-524 Kuningan, Pegawai Angkat Bicara

"Soal di izinkan atau tidak, kami hingga kini masih menunggu ajuan izin untuk kegiatan tersebut. Yang jelas hingga kini masih belum ada," katanya.

Terpisah, Dirut Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan, Hj Heni Susilawati selaku penyelenggara pameran pembangunan saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor PDAU di komplek Taman Cirendang,  mengatakan, untuk permalasahan izin itu sudah ada.

Hal itu menyusul dengan jelasnya pembagian zona yang sebelumnya memunculkan polemik antar P3MI dan komunitas Warrior.

"Untuk soal bentrokan itu sudah beres, ini kaitan dengan izinkan. Jadi sudah ada pernyataan pembagi zona barat dan zona timur," kata Heni kepada wartawan. 

Mengenai muncul dugaan bisnis jual beli lapak, kata Heni mengungkap bahwa soal itu sudah sangat jelas.

"Kami diberikan kepercayaan untuk kegiatan pameran tersebut. Namun, dari APBD tidak ada atau nol. Jadi, untuk pembayaran fendor yang memiliki fasilitas itu harus di bayar dan disitu ada penjualan lapak untuk bayar fendor," katanya.

Baca juga: Buntut Dugaan Bentrok Rebutan Lapak Pameran Pembangunan di Kuningan, Begini Penjelasan Kubu Warrior

Diketahui bahwa untuk lapak atau stand pameran pembangunan itu ada sebanyak 125 stand. Pelaksanaan itu akan mulai 1-9 September 2022 akan mengutamakan produk lokal.

"Pada 5 Agustus 2022 kami mendapat surat dari Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) ditunjuk sebagai penyelenggara Pameran Pembangunan. Stand yang sudah disewa terdiri dari Zona A (pameran pembangunan) 60 peserta, Zona B (panggung dan sponsor) 15 peserta," ujarnya.

Terlepas dengan polemik kegiatan pameran pembangunan Hari Jadi ke-524 Kuningan, muncul isu bahwa Dirut PDAU itu sebagai konsultan politik bagi istri Bupati Kuningan Hj Ika Rahmatika Acep Purnama dalam kebutuhan jelang pemilu 2024.

Menanggapi hal itu Heny Susilawati langsung menyatakan bahwa itu tidak benar.

"Kagiatan ini jelas untuk memulihkan ekonomi, ini bisa ditanya saja ke manajemen," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved