Breaking News:

Persibmania

Bobotoh Majalengka Ini Sebut Persib Kalah Telak Atas PSM Karena Egois Para Pemain

Kekalahan telak Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor 1-5 di Stadion B.J. Habibie Parepare Sulawesi Selatan menyisakan kekecewaan dari bobotoh.

Tribunjabar.id/Deni Denaswara
Pemain Persib Bandung David da Silva (kanan) berusaha menghindar dari kawalan pemain PSM Maksar saat pertandingan Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (29/8) malam. Persib Bandung takluk atas PSM Makasar dengan skor (1-5) 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Kekalahan telak Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor 1-5 di Stadion B.J. Habibie Parepare Sulawesi Selatan menyisakan kekecewaan di kalangan bobotoh.

Pasalnya, kekalahan dengan margin besar ini, bukan kali pertama dirasakan Maung Bandung, sebelumnya Achmad Jufriyanto dan kawan-kawan pun mengalaminya saat bertandang ke Stadion Segiri Samarinda, menghadapi Borneo Samarinda FC (7/8), dengan skor 1-4.

Termasuk saat menjamu Madura United di Stadion GBLA Kota Bandung (30/7) dengan skor akhir 1-3.

Dengan catatan tersebut, sejauh ini Persib menjadi tim yang selalu menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya di Liga 1 musim ini, dengan total 18 gol bersarang di gawang Maung Bandung. 

Bobotoh asal Majalengka, Handoko menilai bahwa kekalahan Persib atas PSM Makassar kemarin, disebabkan oleh beberapa faktor, selain fisik pemain yang kedodoran.

Tapi juga tidak adanya rasa percaya diri dan percaya antar pemain sepanjang pertandingan.

"Sikap egois antar pemain masih menjadi masalah yang harus dibenahi oleh jajaran pelatih, khususnya Luis Milla. Karena, kalau seperti itu terus, jangankan jadi juara, masuk lima besar seperti tahun lalu saja Persib bakal sulit," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (30/8/2022).

Selain itu, Ia pun menilai fisik para pemain Persib Bandung harus dibenahi, karena menurutnya tampak jelas para pemain Persib mulai 'kehabisan bensin' saat laga baru berlangsung 40 menit.

Padahal, lanjutnya, Persib memiliki waktu persiapan yang lebih panjang dibandingkan PSM Makassar yang baru pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti AFC cup Zona ASEAN 2022.

"Kuncinya, fisik pemain harus terus digenjot dan di maksimalkan, kalau kondisi itu sudah maksimal, baru strategi Luis Milla dapat berjalan optimal," ucapnya.

Ia pun berharap, Luis Milla dapat segera bergabung dan menemukan solusi atas persoalan - persoalan dasar tersebut. Karena jika tidak dapat memberikan perubahan, reputasi Luis Milla pun akan menjadi taruhan.

"Tentunya kalau Luis Milla enggak bisa cepat menyelesaikan masalah ini, reputasi dia sebagai pelatih kelas satu selama ini, akan hancur, seiring prestasi Persib yang tidak kunjung membaik," katanya (Cipta Permana).
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved