Breaking News:

Polisi Gerebek Penimbun Solar dan Pertalite di Bogor, Modusnya Beli BBM Subsidi Pakai Mobil Pikap

Sebuah gudang diduga menjadi tempat penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, digerebek Polisi Bogor

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Penimbun solar dan pertalite di Bogor digerebek polisi. Pelaku membeli BBM subsidi memakai mobil pikap atau truk engkel dengan tangki BBM yang sudah dimodifikasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebuah gudang diduga menjadi tempat penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, digerebek Polisi. 

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, penggerebekan dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Bogor di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya penyalahgunaan BBM subsidi di rumah warga yang dijadikan gudang.

"Anggota Polres Bogor kemudian melakukan penyelidikan ke tempat yang diduga terdapat penyalahgunaan BBM solar dan pertalite," ujar Ibrahim Tompo, Senin (29/8/2022). 

Baca juga: Kapan Harga BBM Pertalite Naik? Ini Penjelasan dan Rincian Harga BBM Pertalite Senin 29 Agustus 2022

Di lokasi, kata dia, penyidik mengamankan satu pelaku berinisial DM alias Z (35). Pelaku kemudian dibawa ke Polres Bogor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Jadi, pelaku ini membeli BBM solar subsidi dan pertalite dari pom bensin yang ada di wilayah Bogor Kota dengan cara keliling ke setiap pom bensin menggunakan mobil pikap atau truk engkel yang sudah dimodifikasi tangkinya ke beberapa drum," katanya.

Dari lokasi penggerebekan, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 8 drum kapasitas 200 liter berisi solar dan 11 drum kosong, 18 jeriken berkapasitas 35 liter berisikan pertalite dan 1 unit mobil untuk pengangkut solar berkapasitas 1.900 liter.

"Kami juga mengamankan satu kempu berkapasitas 1.000 liter kosong dua selang atu nozlel dan lainnya," ucapnya.

"Pelaku dijerat Pasal 55 UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dalam UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved