Breaking News:

Bos PO Luragung Wafat

Bos PO Luragung Juga Pemilik Tempat Wisata di Kuningan Timur, Ini Sosoknya di Mata Pengusaha Wisata

Wafatnya H Ade Sudjet Koesmapradja Bos PO Luragung, kontan membuat keluarga besar pengusaha wisata Kuningan merasa kehilangan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Istimewa
H Ade Sudjet Koesmapradja meninggal dunia 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Wafatnya H Ade Sudjet Koesmapradja Bos PO Luragung, kontan membuat keluarga besar pengusaha wisata yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Destinasi Wisata Kuningan (PP Dewiku) ini merasa kehilangan.

Pasalnya, almarhum juga semasa hidupnya sebagai pengusaha destinasi wisata di Kuningan timur.

Terlebih belum lama, almarhum itu pernah kumpulan dalam sebuah kegiatan di PP Dewiku dan memberikan materi serta konsep usaha yang baik.

"Kami tentu merasa kehilangan, biar bagaimanapun beliau atau Almarhum Haji Ade itu pengusaha Kuningan papan atas. Beliau saat kumpul tidak sungkan memberikan kami kuliah umum tentang bagaimana usaha yang baik," kata Abidin yang juga Ketua PP DeWiKu, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Almarhum H Ade Sudjet Koesmapradja Bos PO Luragung Kuningan, Sosok yang Taat Aturan & Patut Dicontoh

Materi saat kumpul, kata Abidin mengungkap tentang dunia usaha mandiri itu harus memiliki prinsip entrepreneur. "Alhamdulillah, kami saat kumpul dengan beliau itu mendapat kebaikan yang luar biasa. Terutama dalam memberikan materi soal usaha yang baik dan berkah," katanya.

Sekedar informasi, Bos PO Luragung ini memiliki usaha bidang wisata itu terdapat kolam renang. Kolam renang Tirta Mas Agung ini merupakan lokasi wisata terbesar di Kuningan timur.

Diberitakan sebelumnya, lapisan masyarakat Kuningan merasa kehilangan dengan kabar meninggalnya H Ade Sudjet Koesmapradja yang juga Bos PO Luragung. Rasa kehilangan itu karena banyak kebaikan yang dilakukan Bos PO Luragung semasa hidup di lingkungan pergaulan dan masyarakat sekitar.

"Kebaikan almarhum Pak Haji Ade yang sangat terkenang itu, bisa dirasakan langsung masyarakat perantau," kata Dadi yang juga Ketua Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia (HPPI) Kuningan, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Sosok Almarhum Bos PO Luragung, Dikenal Masyarakat Kuningan Murah Hati, Gratiskan Penumpang Busnya

Bos PO Luragung, H Ade Sudjet Koesmapradja meninggal dunia
Bos PO Luragung, H Ade Sudjet Koesmapradja meninggal dunia (Istimewa)

Diantaranya kebaikan sosial lingkungan kerap terjadi, namun yang lebih mengena terhadap perasaan seseorang itu, saat penumpang atau warga Kuningan yang hendak berangkat merantau itu di mudahkan
Padahal jelas, penumpang tersebut tidak memiliki uang untuk biaya ongkos perjalanan.

"Betul, kebaikan Pak Haji itu suka menggratiskan penumpang atau warga Kuningan yang mau merantau. Dan itulah salah satu branding Bus Luragung bisa besar seperti sekarang," katanya.

Kabar meninggalnya H Ade Sudjet Koesmapradja Bos PO Luragung tentu memiliki cerita sosial menarik di lingkungan masyarakat sekitar. Terlebih sosok Ade Sudjet Koesmapradja ini merupakan Ketua Organsiasi Kendaraan Angkutan Darat (Organda) Kuningan yang banyak memberikan nilai kebaikan terhadap pemerintah daerah.

"Sosok almarhum itu orangnya, sangat baik. Kebaikan beliau jelas tidak ada terlupakan oleh kami di Organda dan kalangan sopir angkutan umum lainnya. Kenapa, beliau selalu mencontohkan bagi pengusaha kendaraan itu untuk taat aturan," kata Toto tipung yang juga Wakil Ketua II DPC Organda Kuningan saat bercerita kepada TribunCirebon.com, Senin (29/8/2022).

Semasa hidup, kata Toto mengaku bahwa sosok almarhum sangat berjasa untuk organsiasi. Seperti tidak pernah mengeluh dengan kendaraan besar merk lain masuk ke Kuningan. "Beliau itu tidak pernah marah, beliau orang baik. Bukti kongkrit beliau orang baik, semua Bus Luragung yang di kelola itu plat Kuningan dan semua taat pajak," katanya.

Selain taat pajak, kata Toto mengungkap kebaikan dirasakan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan itu sangat jelas, terutama dari pembiayaan retribusi atau uji kelaikan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kuningan.

"Iya, dari nilai biaya tidak sedikit dalam mengurus usahanya. Beliau orang taat aturan dan selalu mengikuti cek fisik kendaraan hingga pembayaran retribusi di Dinas Perhubungan," katanya. 

Toto mengaku sedih dan merasa kehilangan sosok almarhum. Hal itu terbukti dengan komposisi beliau menjadi Ketua Organda lebih dari dua periode. "Ya beliau menjadi Ketua Organda itu lebih dari dua periode, sementara masa pengurusan itu selama 5 tahun dalam satu periode," katanya.

Kisah lain, kata Toto menjawab bahwa keterampilan, kedisiplinan serta pengetahuan dalam menjalankan bisnis yang di miliki almarhum. Itu tidak sedikit orang yang mengikuti jejak dan patuh pada konsep usaha yang beliau jalankan.

"Dalam kehidupan paling membuat saya seperti ini, itu atas kebaikan beliau juga. Mulai berbagi pengetahuan, keterampilan dan sikap kedisplinan serta konsep kerja itu semua dia berikan. Kalimat teringat pada saya, begini. 'To kamu harus punya mobil dan jadi pengusaha. Nah, kalimat itulah yang masih saya ingat hingga sekarang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved