Breaking News:

6 Anggota TNI AD jadi Tersangka Kasus Mutilasi di Papua, Ini Kata Jenderal Dudung

enam anggota TNI AD menjadi tersangka kasus mutilasi di Papua, Ini kata Jenderal TNI Dudung Abdurachman

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Daniel Damanik
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meresmikan tahanan militer Super Maximum Security (SMS) di Pomdam III Siliwangi, Senin (29/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman memastikan pihaknya sedang menginvestigasi, terkait dugaan keterlibatan enam prajurit TNI AD dalam kasus mutilasi warga sipil di Mimika, Papua.

"Oh, ini sedang diinvestigasi, sedang diinvestigasi di Papua," ujar Dudung, di Kantor Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Senin (29/8/2022). 

Dikatakan Dudung, investigasi dilakukan oleh Pangdam dan Kapolda untuk mengetahui keterlibatan enam prajurit TNI dalam kasus itu. 

"Pangdam dengan Kapolda sedang investigasi dugaan adanya keterlibatan TNI ya," katanya.

Baca juga: Markas KKB Papua Paling Tersembunyi Berhasil Ditemukan, Disikat TNI Polri dalam Hitungan Menit

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen TNI Chandra W Sukotjo memastikan enam oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi dua warga sipil di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.

"Betul, sudah (jadi tersangka)," ujar Chandra 

Sebelumnya, jasad dua jenazah korban mutilasi ditemukan di lokasi berdekatan, yaitu di Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten, Mimika, Papua.

Kedua jenazah ditemukan di hari yang berbeda, pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022). Identitas kedua korban diketahui adalah simpatisan KKB dan satu kepala kampung.

Kasus tersebut bermula ketika para pelaku berpura-pura ingin menjual dua pucuk senjata api. Korban yang tertarik membeli, kemudian datang dengan membawa uang Rp 250 juta.

Namun para pelaku melakukan pembunuhan yang diteruskan dengan aksi mutilasi terhadap empat orang korban. Selanjutnya, para pelaku membawa kabur uang yang dibawa korban.

Dalam kasus ini, total ada sembilan pelaku, tiga di antaranya merupakan warga sipil. (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved