Breaking News:

Jalur KA Kembali Makan Korban di Indramayu, Pria 71 Tahun Tewas Setelah Terpental Sejauh 10 Meter

Jalur kereta api kembali menelan nyawa di Kabupaten Indramayu, Seorang laki-laki dilaporkan tewas tersambar kereta api di jalur Km 162/700 

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/Polres Indramayu
Polisi saat mengevakuasi jenazah korban tersambar kereta api di di jalur Km 162/700 Blok Ludoyong Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jalur kereta api kembali menelan nyawa di Kabupaten Indramayu, Jumat (26/8/2022) sekitar pukul 14.00 WIB.

Seorang laki-laki dilaporkan tewas tersambar kereta api di jalur Km 162/700 Blok Ludoyong Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Tamin (71) warga Desa/Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Didi Wahyudi mengatakan, korban tertabrak kereta api Bangunkarta Nomor KA 122C jurusan Jakarta – jawa.

"Peristiwa tersebut berawal dari keterangan masinis kereta api Bangunkarta yang menghubungi Stasiun Kereta Api Terisi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Baca juga: Reaktivasi Jalur KA Garut Tinggal Menunggu Kemenhub, Ridwan Kamil Sebut Persiapan Sudah 100 Persen

Disampaikan Iptu Didi Wahyudi, lokasi kejadian tersebut tidak jauh dari stasiun.

Menurut keterangan masinis, sebelum kejadian, kereta api sudah membunyikan klakson beberapa kali.

Akan tetapi, korban yang saat itu berada di jalur rel kereta api tidak mendengar klakson tersebut.

Laki-laki tanpa identitas itu pun tertabrak dan terpental hingga sejauh kurang lebih 10 meter.

Setelah kejadian itu, warga langsung berkumpul dan mendatangi lokasi kejadian.

"Saat dilihat benar saja korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi terlentang dengan kondisi tempurung kepala pecah," ujar dia.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Terisi dan jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang.

"Menurut keterangan para saksi dan warga sekitar bahwa korban sering terlihat di permukiman warga sambil meminta uang diduga korban adalah tunawisma," ujar dia..

Di lokasi kejadian, polisi juga mendapati uang logam pecahan Rp 500 sebanyak 5 buah, uang kertas Rp 1000 sebanyak 10 lembar, dan uang Rp 2000 sebanyak 2 lembar, serta sebungkus rokok. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved