Breaking News:

DUAR! Gunung Ciremai Meletus, Dandim 0615/Kuningan Siapkan Warga untuk Tanggap Darurat Bencana

latihan gabungan Simulasi Penanggulangan Letusan Gunung Ciremai melibatakan aparat dan masyarakat agar terbiasa tanggap darurat bencana

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Personil Korem 063/SGJ, Kodim 0615/Kuningan, BPBD, Satpol PP, Hipakad, FKPPI, AKAR, Dinas Sosial dan Polres Kuningan.Aparat serta masyarakat terlibat dalam atihan gabungan Simulasi Penanggulangan Letusan Gunung Ciremai di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Ciporang, Kuningan, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -  Kodim 0615/Kuningan menggelar latihan gabungan Simulasi Penanggulangan Letusan Gunung Ciremai, di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Ciporang, Kuningan.

"Latihan simulasi penanggulangan Gunung Ciremai meletus ini, di laksanakan di beberapa titik, di antaranya di Balai Desa Cisantana, Cigowong, Jalur Evakuasi, Pos Mitigasi Vulkanologi Mandirancan, dan Posko Penanggulangan Bencana di pusatkan di Lapangan Sepak Bola Ciporang atau belakang Kodim 0615/Kuningan," ungkap Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Bambang Kurniawan saat memberikan keterangan di sela kegiatan latihan simulasi tadi, Jum'at (26/8/2022).

Ia mengatakan, latihan gabungan tersebut melibatkan personel Korem 063/SGJ, Kodim 0615/Kuningan, BPBD, Satpol PP, Hipakad, FKPPI, AKAR, Dinas Sosial, dan Polres Kuningan.

Baca juga: Waspada, Cuaca Majalengka Juli Ini Bakal Diwarnai Angin Kumbang dari Gunung Ciremai

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan peningkatan kemampuan diri sendiri, kesiapsiagaan, kewaspadaan, sikap tanggap segera menyiapkan alat peralatan, juga menyelamatkan diri dari risiko ganasnya ancaman bencana serta menghadapi terjadinya bencana alam berupa gunung meletus," ungkapnya.

Di samping itu, kata Dandim Letkol Inf Bambang Kurniawan, budaya sadar bencana harus dimulai dari kesadaran individu, keluarga dan kelompok, serta di lingkungan sekolah juga sampai pada kelompok masyarakat bawah.

"Untuk membangun Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi bencana maka semua kalangan harus memiliki kesadaran akan cinta terhadap lingkungan di sekitarnya, sebab penanggulangan bencana adalah urusan bersama semua orang bukan hanya pada orang-orang tertentu saja," katanya.

Menurut Bambang, simulasi tanggap darurat bencana ini perlu dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam.

"Kita juga harus melakukan deteksi dini terhadap terjadinya bencana alam, sebagai langkah antisipasi, agar kita dapat melakukan penanganan dengan baik,” katanya.

Selain itu, kata Dandim, langkah antisipasi siaga bencana tersebut mampu menekan angka korban jiwa dan memahami langkah-langkah pertama yang harus diambil saat terjadi bencana.

"Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut meliputi sistem peringatan dini gunung meletus, penanganan korban gunung meletus, sistem komando penanganan darurat bencana, mekanisme penanganan kelompok rentan, penyandang disabilitas dan pengungsi, penanganan hewan ternak di daerah gunung meletus, manajemen kesiapsiagaan bencana, dan prosedur pelaksanan proses evakuasi mandiri dari ancaman risiko," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved