Breaking News:

Abaikan Peringatan PT KAI Daop 3 Cirebon, Keluarga H Casda Kehilangan Rumah di Desa Kanci Kulon

PT KAI Daop 3 Cirebon mengeksekusi asetnya yang berada di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas PT KAI Daop 3 Cirebon saat mengeksekusi aset perusahaan di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon mengeksekusi asetnya yang berada di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/8/2022).

Para petugas pun tampak membongkar bangunan yang digunakan sebagai rumah dan tempat usaha yang berdiri di atas tanah seluas 140 meter persegi tersebut.

Mereka terlihat menggunakan tambang untuk merobohkan fondasi bangunan di aset perusahaan yang berada persis di samping rel kereta api itu.

Tambang tersebut tampam diikatkan di rangka dan fondasi bangunan kemudian ditarik secara bersama-sama oleh para petugas hingga roboh.

Baca juga: Jumlah Kecelakaan Kereta Api Meningkat, PT KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Ini

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Ayep Hanapi, mengatakan, eksekusi itu menjadi upaya untuk menjaga dan mengamankan aset negara.

"Aset perusahaan ini sebelumnya disewa selama 1 Januari - 31 Desember 2010 oleh keluarga alm H Casda/Halimah," ujar Ayep Hanapi saat ditemui di lokasi eksekusi.

Namun, menurut dia, keluarga H Casda tidak memperpanjang kontrak sewa tanah seluas 140 meter persegi tersebut dengan PT KAI Daop 3 Cirebon.

Bahkan, pihaknya juga telah berupaya secara persuasif agar memperpanjang sewa tanah yang telah dibangun rumah dan tempat usaha itu.

Ia mengatakan, keluarga H Casda pun menolak untuk memperpanjang sewa. Selain itu, mereka juga mengabaikan surat peringatan dari PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Yang bersangkutan mengabaikan surat peringatan dari PT KAI Daop 3 Cirebon, sehingga hari ini kami menertibkan aset milik perusahaan," kata Ayep Hanapi.

Surat peringatan itu dikirimkan hingga tiga kali, yakni pada 13 April 2022, 13 Mei 2022, dan 1 Juni 2022. Namun, seluruh surat tersebut tidak digubris.

Ayep menyampaikan, eksekusi kali ini juga merupakan keseriusan PT KAI Daop 3 Cirebon dalam mengamankan dan menjaga aset perusahaan.

"Kami berkomitmen untuk menata dan menertibkan aset-aset yang dikelola perusahaan, terutama dari pihak yang tidak berhak memilikinya," ujar Ayep Hanapi.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved