Breaking News:

Racik Alkohol Campur Soda, 4 Pemuda di Cileunyi Meninggal Usai Minum Miras Oplosan

Sebanyak empat pemuda di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tewas akibat minum minuman keras oplosan

Tribun Jabar/Lutfi
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti alkohol yang mengakibatkan 4 orang pemuda meninggal dunia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Sebanyak empat pemuda di Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, tewas akibat minum minuman keras oplosan yang diracik sendiri.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, menjelaskan, kronologi kejadiannya, pada tanggal 16 Agustus, pukul19.00 WIB dua belas pemuda mulai meracik dan meminum minuman keras oplosan tersebut. 

"Yang meracik minuman tersebut adalah saudara AH (25) dan EP (21), keduanya saat ini sudah almarhum," ujar Kusworo, di Mapolresta Bandung, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: 4 Lokasi Miras di Indramayu Digerebek Petugas Gabungan, Ratusan Botol Miras Disita

Kusworo mengungkapkan, selain itu dua pemuda lainnya yang meninggal dunia akibat menegak miras oplosan tersebut, yakni GRS (21) dan GS (21).

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti alkohol yang mengakibatkan 4 orang pemuda meninggal dunia
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo menunjukkan barang bukti alkohol yang mengakibatkan 4 orang pemuda meninggal dunia (Tribun Jabar/Lutfi)

"Saat itu mereka membeli alkohol di toko kimia, kemudian diracik dengan sprite, soda, dan air putih lalu dikonsumsi bersama-sama," kata dia.

Kusworo mengatakan, besoknya 17 Agustus, dikonsumsil lagi untuk yang kedua kalinya.

Baca juga: Sat Narkoba Polres Indramayu Gelar Razia di Malam Takbiran Idul Adha, Ratusan Liter Miras Diamankan

"Setelah itu, mulai empat dari dua belas orang ini, masuk ke rumah sakit. Kemudian bertambah dua, dan disusul dua lagi," ujarnya.

Jadi, kata Kusworo, totalnya ada delapan orang yang dibawa ke rumah sakit dari dua belas orang yang meminum miras oplosan tersebut.

"Dari delapan orang yang ke rumah sakit, empat orang meninggal dunia pada tanggal 19 Agustus," katanya.

Kusworo memgungkapkan, atas kejadian ini, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, agar tidak meminum minuman keras, apalagi miras oplosan

"Alkohol yang digunakan ini, bukan untuk dikonsumsi melainkan untuk medis (pbersih luka). Jadi jika dikonsumsi ini sangat berbahaya sebab mengandung etanol," tuturnya. 

Kusworo juga mengimbau, kepada toko-toko yang menyediakan alkohol media, untuk tidak langsung menjualnya kepada masyarakat umum. 

"Jika ada yang membeli, lebih baik ditanyakan dulu tujuannya untuk apa," katanya.

Subkoordinator pengawasan, pengendalian kefarmasian makanan dan minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Dyah Ayu Purwanti, Alkohol yang diapotik itu, hanya diperuntukkan untuk medis saja (pembersih luka) bukan untuk kepentingan lain, dengan kadar 70 persen. 

"Jadi kami juga mengimbau untuk menjauhi konsumsi alkohol seperti itu karena jika melebih batas kadar yang diperbolehkan oleh tubuh, itu sangat berbahaya," kata Dyah.

Apabila alkohol tersebut sudah bercampur dengan minuman lain, kata Dyah, itu pasti mengandung racun.

"Berbahaya bagi tubuh, dapat merusak organ tubuh, hingga bisa mengakibatkan meninggal dunia," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved