Breaking News:

Bos Travel Tewas Dihabisi Sopirnya Sendiri Karena Perkara Gaji, Palu Melayang ke Kepala

Ternyata mayat terbungkus selimut Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut adalah seorang bos travel.

Dok Polres Garut
Penemuan mayat terbungkus selimut di Garut. AKBP Wirdhanto Hadicaksono memantau langsung temuan mayat di wilayah Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Sabtu (20/8/2022). Ternyata identitas mayat terbungkus selimut itu adalah seorang bos travel. 

Korban kemudian mengambil senjata miliknya berjenis air softgun.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto saat meninjau lokasi ditemukannya mayat laki-laki yang terbungkus selimut dan terikat kabel di Jembatan Cisumur, Jalan Kampung Mekarpali, Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Sabtu (20/8/2022).
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto saat meninjau lokasi ditemukannya mayat laki-laki yang terbungkus selimut dan terikat kabel di Jembatan Cisumur, Jalan Kampung Mekarpali, Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Sabtu (20/8/2022). (Dok Polres Garut)

Saat korban menggambil senjata, pelaku melakukan hal serupa yakni menggambil palu lalu dilemparkan kepada korban.

Pelaku menghujani korban menggunakan palu di bagian kepala korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian menjerat korban menggunakan kabel untuk meyakinkan korban sudah meninggal.

Pelaku kemudian membungkus korban dengan taplak meja, plastik meja makan lalu dibungkus dengan selimut jenis bed cover.

Kemudian korban dimasukkan ke dalam mobil lalu dibawa oleh pelaku ke kawasan Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut jalur Pangalengan.

Saat melintas di kawasan sepi, pelaku lalu menurunkan korban di Jembatan Cisumur pada pukul 02.00 WIB Sabtu (20/8/2022) dini hari.

Pagi harinya masyarakat Cisewu,  Garut digegerkan dengan penemuan mayat tersebut.

"Setelah itu kami melakukan langkah penyelidikan dan kurang dari 24 jam kami amankan pelaku di kontrakannya di daerah Cibiru, Kota Bandung," ucapnya.

Atas perbuatannya itu pelaku dijerat pasal berlapis, Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP, dan atau Pasal 365 ayat 3 serta 351 ayat 3 KUHP dengan total ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

"Selebihnya nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak Polda Jawa Barat, mengingat TKP menghilangkan nyawa ini ada di kota Bandung," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved