Breaking News:

2 Siswa SMP di Cilegon Dibully Kakak Kelasnya, Dianiaya Hingga Tersungkur, Yang Lain Seperti Nonton

Heboh aksi perundungan yang diduga terjadi di sebuah SMP di Cilegon terekam video. Video itu beredar di media sosial

Editor: dedy herdiana
Tangkap Layar/Kolase TribunBanten.com
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan dilakukan oleh siswa SMP terhadap dua adik kelasnya. Kejadian itu diduga terjadi di sebuah SMPN di Cilegon, Banten. 

TRIBUNCIREbON.COM, CILEGON - Heboh aksi perundungan yang diduga terjadi di sebuah SMP di Cilegon terekam video.

Video itu beredar di media sosial hingga disebutkan aksi bully itu diduga terjadi di SMPN di Cilegon.

Salah satu unggah di media sosial itu diunggah di akun media sosial Facebook Rafika Duski Anwar, salah seorang wali siswa.

Baca juga: Dua Siswi SMP di Jambi Duel hingga Seorang Tewas: Dari Kemarin Sabar, Baru Tahu Sekarang Siapa Saya

Video yang diunggah berdurasi 30 detik tersebut terlihat seorang siswa yang mengenakan kaos olahraga berwarna biru, tengah melakukan pemukulan terhadapa dua siswa lainnya, yang mengenakan seragam putih biru.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan dilakukan oleh siswa SMP terhadap dua adik kelasnya. Kejadian itu diduga terjadi di sebuah SMPN di Cilegon, Banten.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan dilakukan oleh siswa SMP terhadap dua adik kelasnya. Kejadian itu diduga terjadi di sebuah SMPN di Cilegon, Banten. (Tangkap Layar/Kolase TribunBanten.com)

Dalam video tersebut, siswa yang mengenakan kaos biru melakukan penamparan hingga tendangan terhadap salah satu korban, hingga tersungkur.

Tampak terlihat sejumlah siswa yang ada hanya melihat aksi pemukulan tersebut, seakan menjadi penonton.

Baca juga: Siswa SMP di Garut Dicekik, Dipukul lalu Kepalanya Dibenturkan di Sekolah, Polisi Turun Tangan

Dilansir dari TribunBanten.com yang mengutip Facebook Rafika Duski Anwar, dijelaskan jika dirinya mendapatkan video kiriman perlakukan pem bullyan yang dikira anaknya.

“Semalam sempat panik dapat kiriman video ini. Sampai anakku yang kerja jauh nangis semaleman. Keluarga kira korban bully ini Gibran anak saya. Ternyata setelah diperhatikan bukan Gibran,” katanya.

“Apapun itu, saya tidak tahu ini anak siapa, Baik korban ataupun pelakunya."

"Tapi saya miris karena bibit-bibit premanisme sudah tampak di usia SMP."

"Saya menghimbau dan berharap,ada efek jera bagi pelaku,” lanjutnya.

"Bapak atau Ibu guru SMPN 6, mohon bisa ditindaklanjuti."

"Jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan timbul lagi,” tukasnya. (Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri)

 

Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com

 

Sumber: Tribun banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved