Breaking News:

Mamah Muda Meninggal Dunia Usai Jatuh Saat Lomba Balap Karung di Kota Tasikmalaya, Ini Kronologinya

Ibu muda bernama Rini (29), warga Kampung Gunung Bubut, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya meninggal setelah terjatuh saat lomba balap karung

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Tangkapan layar video amatir saat korban Rini (29) ikut balap karung dan terjatuh lalu meninggal, Rabu (17/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Beredar rekaman video amatir detik-detik ibu muda jatuh saat mengikuti balap karung di Kota Tasikmalaya, Rabu (17/8), dan kemudian meninggal dunia.

Seorang mamah muda bernama Rini (29), warga Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Cihideung, meninggal saat dibawa ke klinik tak jauh dari rumahnya.

Dalam video amatir berdurasi 17 detik itu terlihat korban mengikuti balap karung memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-17 di kampung itu.

Peserta balap karung terlihat ada tiga orang termasuk korban.

Kemudian ketiganya mulai berjingkrak-jingkrak beradu cepat.

Tangkapan layar video amatir saat korban Rini (29) ikut balap karung dan terjatuh lalu meninggal, Rabu (17/8).
Tangkapan layar video amatir saat korban Rini (29) ikut balap karung dan terjatuh lalu meninggal, Rabu (17/8). (Istimewa)

Ketiganya tampak tertawa ceria diiringi sorak-sorai warga.

Bahkan korban terlihat melesat paling duluan.

Suasana gembira berubah duka ketika korban berhasil mencapai ujung lomba dan berupaya memutar untuk kembali beraksi menuju titik awal.

Baru sekitar satu meter berputar, korban jatuh tersungkur ke aspal dengan posisi telungkup dan kedua tangan berupaya menahan beban tubuh, diiringi jeritan warga.

Baca juga: Seorang Ibu Muda di Kota Tasikmalaya Meninggal Saat Mengikuti Lomba Balap Karung 17 Agustusan

Diakhir rekaman video, terlihat korban tersenggal-senggal dengan posisi muka menghadap samping.

"Karena korban tak bangun juga, warga segera memberikan pertolongan dan ternyata korban pingsan," kata Kapolsek Mangkubumi, Iptu Hartono.

Keluarga dan warga pun segera melarikan ke klinik terdekat yang ada di jalan raya provinsi Tasikmalaya-Bandung via Garut, tak jauh dari lokasi musibah.

Namun saat petugas klinik memeriksanya, korban sudah tak bernyawa lagi.

Keluarga kemudian membawa jasad korban ke rumah duka dan musibah itu dilaporkan ke Polsek Mangkubumi.

"Dari hasil pemeriksaan petugas klinik tidak ditemukan luka mencurigakan di tubuh korban. Keluarga menerima kejadian itu sebagi musibah," ujar Hartono.

Keluarga menyebutkan korban selama ini memiliki riwayat tekanan darang tinggi. Hari itu juga jenazah dikebumikan di pemakaman kampung setempat. 

Baca juga: Reaksi Tak Terduga Gibran, Saat Paskibraka Solo Gagal Kibarkan Merah Putih, Isak Tangis Pecah

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved