Breaking News:

Sosok Nuzul Rachdy, Ketua DPRD Kuningan, Rajin Baca Buku Soekarno, Komitmen Mengabdi untuk Rakyat

Sosok Nuzul Rachdy yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kuningan sekaligus Sekretaris DPC PDIP Kuningan, ternyata memiliki latar belakang kuat

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy SE (kanan) menerima cendera mata koran mini dari Manajer Konten TribunCirebon, Machmud Mubarok, seusai Bincang Asyik di ruang kerja DPRD, Kamis (11/8/2022). Nuzul menceritakan awal pula karier kewartawanan dan politik hingga menjadi Ketua DPRD. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sosok Nuzul Rachdy yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kuningan sekaligus Sekretaris DPC PDIP Kuningan, ternyata memiliki latar belakang kuat dalam pendidikan politik sejak kecil hingga sekarang menjadi publik figur di kota Kuda.

"Untuk menjadi sekarang, tentu banyak pengalaman yang cukup menarik juga. Mulai dari sering baca buku tentang Soekarno hingga mengikuti agenda partai zaman Orde Baru lalu," kata Zul sapaan akrab saat mengawali obrolan langsung dalam agenda BISIK (Bincang Politik Asyik), di ruang kerjanya, Kamis (11/8/2022).

Zul mengaku ideologi nasionalis mengalir dari sang ayah, juga pernah menjadi anggota DPRD dari PDI. Nilai-nilai nasionalisme, kata Zul, makin tertanam setelah membaca buku-buku Soekarno

"Ya mulai Di Bawah Bendera Revolusi, Indonesia Menggugat, itu saya baca sampai selesai. Dan itu mempengaruhi pemikiran saya," kata Zul.

Baca juga: Jelang Peringatan HUT ke-77 RI, PDIP Kuningan Lakukan Riset dan Ekspedisi di Kawasan Gunung Ciremai

Sejak SD ia kerap melihat aktivitas-aktivitas politik yang ketika itu hanya diikuti tiga partai. Zul mencermati bagaimana sentralistik kekuasaan membuat orang takut untuk berbicara hal berbeda dengan penguasa. 

"Waktu itu kan Golkar, PPP dan PDI. Walau ada pemilu, orang sudah tahu pemenang pasti Golkar. Pemenang tunggal. Orang jadi takut untuk memiliki pandangan yang berbeda saat itu," ujar Zul.

Zul lalu terjun ke dunia jurnalistik, menjadi wartawan atau koresponden di daerah. Melalui profesi kewartawanan ini Zul semakin memperkuat jaringan dan relasi di masyarakat.

Memasuki masa Reformasi, kata Zul menyebut terjadi perubahan besar - besaran hingga ia turut mendirikan posko Gotong Royong yang diinstruksikan Megawati Soekarnoputri agar didirikan di Pulau Jawa dan Bali.

"Iya, waktu terjadi reformasi dan saya masih ingat, ketika Ibu Mega menginstruksikan pembangunan posko Gotong Royong daerah Pulau Jawa dan Bali. Saya disitu menggebu - gebu dan semangat mendirikan posko dengan bahan bangunan seadanya. Dan di situ mulai terbangun kepercayaan kader di sekitar mendaulat saya jadi ketua PDIP tingkat desa," ujar Zul lagi.

"Karier di politik, saya pernah didaulat menjadi Ketua Ranting PDI tingkat desa. Alasan di daulat tadi, karena saya akif dalam kegiatan PDI waktu jaman itu. Seperti ikut nempelin alat peraga kampanye, kaya pamplet gitu dan bahkan saya itu bikin kliping kalau ada berita PDI itu pasti," ujar pria kelahiran 3 Mei 1961 di Kuningan itu.

Kisah lain saat menjadi kader PDI jaman dulu, kata Zul mengaku sering melakukan koordinasi dengan intansi pemerintah yang dikenal dengan Kantor Sosial Politik. "Ya, siapapun kadernya, untuk partai kami dan PPP itu sering mendapat pembinaan dari Sospol (Sosial Politik)," ujarnya.

Masuk menjadi pejabat legislatif hingga sekarang menjadi Ketua DPRD Kuningan, Zul mengaku bahwa itu mulai mengikuti pemilihan legislatif 2004 hingga sekarang.

"Ya, saya di DPRD ini sudah empat peride atas kepercayaan masyarakat. Sebab untuk menjadi anggota dewan itu hanya satu, yaitu memberikan pelayanan dan perhatian pada masyarakat. Itu menjadikan saya untuk tetap melakukan pengabdian seperti ini," ujarnya. (*) 

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved