Breaking News:

Bupati Indramayu Ajak Santri NU Melek Literasi Digital, Undang Kemenkominfo untuk Beri Pelatihan

Pelatihan literasi digital ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu yang bertujuan memberikan manfaat

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Pelatihan literasi digital kepada santri NU di di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Al-Qur'ani Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/8/2022). 

Dijelaskan Samuel, pelatihan literasi digital menjadi langkah dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat untuk berpedoman baik dalam media sosial dan teknologi digital.

"Pelatihan literasi digital yang kami berikan berbasis kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan semangat digital. Program literasi digital ini pada tahun lalu telah berhasil menjangkau lebih 12 juta masyarakat di seluruh Indonesia," jelasnya.

Di sisi lain, peningkatan literasi digital ini menjadi pekerjaan yang sangat besar. Untuk mewujudkan itu, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tetapi diperlukan kolaborasi yang baik agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital.

"Saya berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong literasi digital untuk masyarakat yang berkualitas," ujar dia.

Hal senada dikatakan Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Mustofa, ia mengatakan, dengan adanya kegiatan literasi digital ini diharapkan santri NU semakin peka terhadap kemunculan dinamika-dinamika yang terjadi, terutama informasi yang ada di Kabupaten Indramayu.

"Warga Nahdliyin sudah selayaknya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia kita karena adanya perkembangan zaman apalagi era sekarang 4.0 yang hampir semua lini pekerjaan sudah menggunakan tenaga mesin, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk mengisi pos-pos tersebut," ujarnya.

Literasi digital pun menjadi salah satu program yang tentunya sangat membantu warga NU. Untuk itu diharapkan para peserta bisa sama-sama belajar dan memanfaatkan momentum seminar untuk kesiapan menghadapi tantangan zaman.

"Kegiatan pelatihan ini memberikan pemahaman dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan teknologi digital, khusunya media sosial seperti penyebaran kebencian, fitnah dan adu domba bahkan berita hoax untuk itu saya mengajak kepada warga Nahdliyin agar bisa sepiawai mungkin dalam menggunakan media sosial agar kita bisa menggunakan media sosial sebagai dakwah dengan benar," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved