Breaking News:

Bupati Indramayu Ajak Santri NU Melek Literasi Digital, Undang Kemenkominfo untuk Beri Pelatihan

Pelatihan literasi digital ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu yang bertujuan memberikan manfaat

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Pelatihan literasi digital kepada santri NU di di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Al-Qur'ani Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU -  Bupati Indramayu Nina Agustina membuka langsung pelatihan literasi digital, di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Al-Qur'ani Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Pelatihan literasi digital ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu bekerja sama dengan Direktorat Jendral Aplikasi dan Telematika Kemenkominfo RI.

Pelatihan literasi digital ini dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu yang bertujuan memberikan manfaat terutama para santri NU dalam mengemban model dakwah secara digital.

Di hadapan para santri, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, keberadaan media sosial yang menjadi kebutuhan komplek masyarakat saat ini patut digunakan dengan sebaik mungkin.

"Jadi kita jangan hanya saja main media sosial, tetapi bagaimanapun dengan literasi digital pemanfaatannya untuk digitalisasi modern saat ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (11/8/2022).

Termasuk kata Bupati Nina, literasi digital untuk mengantisipasi penyalahgunaan tranformasi digital yang kurang baik misalnya berita hoax dan ujaran kebencian, sehingga literasi digital adalah langkah konkret untuk memanfaatkan era digital dengan bijak dan bermanfaat.

"Jadi jangan hanya kepo (ingin tahu) Facebook, Instagram apalagi berita hoax. Tetapi dengan adanya literasi digital insya Allah menjaga kompakan menyambut era digital seperti ini," ujarnya.

Diharapkan Bupati Nina, literasi digital bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk bermedia sosial baik mengingat segala bentuk kejahatan terkait media sosial sudah diatur dalam perundang-undangan dan jejak digital tidak akan pernah hilang.

"Karena digital sudah ada undang-undang dan jejak digital tidak akan pernah bisa di hapus, sehingga pemanfaatannya perlu dilakukan dengan sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara itu Dirjen Aplikasi dan Telematika Kemkominfo RI Samuel Abrijani menyampaikan, kehadiran teknologi digital sudah menjadi bagian dari masyarakat.

Namun, kehadirannya mesti dimanfaatkan sebaik mungkin agar literasi digital tersebut menjadi lebih produktif dan memiliki dampak baik.

Menurutnya, indeks literasi masyarakat Indonesia masih diangka 3,49 dari skala 5 yang artinya masih kategori sedang belum mencapai kategori baik.

"Angka ini perlu terus dilaksanakan dan yang perlu menjadi tugas bersama untuk membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital untuk selalu siap dalam menghadapi transformasi digital nasional," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved