Voice of Baceprot

Voice of Baceprot Manggung di Kopenhagen Denmark Malam Ini, Sebelum Tampil di Wacken Open Air Jerman

Band metal trio hijaber asal Garut, Voice of Baceprot atau VOB, kembali mengguncang panggung musik Eropa, khususnya di Kopenhagen

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Instagram/indonesiaincopenhagen
Band metal trio hijaber asal Garut, Voice of Baceprot atau VOB, kembali mengguncang panggung musik Eropa, khususnya di Kopenhagen, Denmark, Selasa (2/8/2022) malam ini.  

TRIBUNCIREBON.COM, KOPENHAGEN - Band metal trio hijaber asal Garut, Voice of Baceprot atau VOB, kembali mengguncang panggung musik Eropa, khususnya di Kopenhagen, Denmark, Selasa (2/8/2022) malam ini. 

Panggung di Denmark ini merupakan rangkaian tur Voice of Baceprot Fight Dream Believe sebelum mencapai penampilan puncaknya di Wacken Open Air, Jerman, 5 Agustus mendatang.

Voice of Baceprot yang terdiri atas Firda Kurnia atau Marsya, sang gitaris, lalu Siti Aisah drummer, dan pencabik bas, Widi, tiba di Kopenhagen pada Senin (1/8/2022).

Baca juga: Voice of Baceprot Tampil Gahar di Colours of Ostrava, Buka Panggung dengan Not Public Property

Kabar itu disampaikan akun resmi VoB, baik di Instagram maupun Facebook.

Are you ready, Copenhagen?

We’re playing @spillestedetstengade alongside the awesome @vulvatorious tomorrow!

Doors open at 8pm and tickets are selling out fast. We can’t wait to rock with you!  tulis akun tersebut.

Voice of Baceprot tiba di Kopenhagen pada Senin 1 Agustus 2022 dan langsung menggelar meet and greet yang diadakan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Kopenhagen, Denmark.

Bincang-bincang asyik itu dikemas dalam acara Sore-sore Metal Seru.

"COPENHAGEN!

We’re so excited to have finally arrived here in this beautiful city.

Our first stop for this visit: a meet-and-greet session kindly held by the lovely folks from @indonesiaincopenhagen at the Embassy of Indonesia aptly titled Sore Metal Seru (SMS) at 5pm CET" tulis akun itu.

Selasa malam, baru VoB tampil di panggung  Spillestedet Stengade.

Spillestedet Stengade adalah tempat progresif berbasis pengguna di tengah Nørrebro di Kopenhagen.

Stengade membuat sekitar 200 acara konser per tahun. Ada juga sejumlah acara sosial dan budaya lainnya.

Banyak relawan rumah yang berkomitmen membentuk darah kehidupan mutlak Stengade. 

Nilai-nilai utama Stengade dibangun di sekitar komunitas, kecintaan tak terbatas pada musik, dan memperkaya pengalaman penonton.

Visi Stengade adalah membentuk komunitas yang terlibat dalam budaya, dan dengan musik sebagai jantungnya, untuk menciptakan pengalaman penonton yang hadir dan inklusif.

Dari cuplikan video, Voice of Baceprot membawakan sejumlah lagu andalah, seperti Mr Nobel, Not Public Property, God Allow Me Please to Play Music. 

Tampil pula sebagai bintang tamu, band metal Vulvatorious.

VoB pun mengcover lagu Rage Against The Machine, Killing in The Name.

Sebelum manggung di Kopenhagen Voice of Baceprot (VoB) sudah mengguncang panggung Festival Valkhof di Nijmegen, Belanda, Jumat (22/7/2022). Ini merupakan panggung kedua band metal trio hijab asal Garut dalam tur Fight Dream Believe kedua di Eropa.

Sebelumnya Marsya, Widi, dan Siti sukses tampil di Colours of Ostrava, Republik Ceko.

Festival Valkhof sendiri merupakan bagian dari Vierdaagsefeesten, salah satu  festival rakyat terbesar di dunia dengan lebih dari 1 juta pengunjung hadir setiap tahun. Tahun ini diadakan pada 16 Juli hingga 22 Juli kemarin.

Di Valkhof digelar pentas musik selama 7 hari di 8 panggung berbeda. Hampir setiap genre tercakup dan artis penyanyi baru pun bermunculan. seperti Black Country, New Road, Black Midi, Bo Ningen, Mario Batkovic dan Chelsea Wolfe bermain di festival ini.

Festival Valkhof  bisa digelar kembali setelah dua tahun berhenti karena pandemi. Inilah festival gratis terbaik di dunia untuk pecinta musik dan mereka yang ingin menemukan artis paling menarik di masa depan, Valkhof Festival menawarkan pertunjukan langsung selama seminggu penuh di delapan panggung di lingkungan hijau dan rimbun di taman kota paling bersejarah di Belanda.

Voice of Baceprot sendiri membuka panggung Valkhof dengan lagu single terbaru mereka, Not Public Property. 

"Hello we are Voice of Baceprot from Indonesia. and This is Not Public Property," kata Marsya sebelum menggeber gitar mengawali pentas di Valkhof.

Lagu-lagu andalan lainnya pun meluncur seperti School of Revolution, Testify, I Wear My Skin, dan What The Holy Nobel.

Tak lupa Voice of Baceprot pun membawakan lagu Metallica, 'Enter Sandman'.

Lagu God Allow Me (Please) to Play Music menjadi lagu penutup VoB di panggung Festival Valkhof ini. 

Selanjutnya, Marsya dan kawan-kawan akan meneruskan tur Eropa jilid kedua mereka ini ke  Kopenhagen, Denmark, pada 2 Agustus 2022. 

Puncaknya, Voice of Baceprot akan tampil di panggung salah satu festival heavy metal terbesar di dunia, Wacken Open Air 2022 di Wacken, Jerman pada 5 Agustus 2022. 

Voice of Baceprot, band metal berawak tiga gadis muda berhijab asal Garut, kembali ke Eropa menggebrak publik musik benua biru, Juli ini. Marsya, Siti dan Widi akan manggung di empat negara berbeda. 

Sementara rencana Voice of Baceprot (VoB) untuk manggung perdana di Inggris, tepatnya di London dan Manchester, batal karena alasan logistik di luar kendali manajemen VoB.

Negara pertama yang akan VoB datangi adalah Ceko. Voice of Baceprot akan manggung di Colours of Ostrava di Ostrava, Republik Ceko.pada 14 Juli 2022.

Band digawangi gitaris Firdda Marsya Kurnia, drummer Siti Aisah, dan basis Widi Rahmawati akan tampil bersama band beken lainnya, antara lain Twenty One Pilots, The Killer, Martin Garrix. Lalu ada pula band Kings of Convenience, Wardruna, Meduza,dan Hiromi.

Colours of Ostrava, atau disingkat Colours, adalah festival multi-genre, festival musik internasional terbesar di Republik Ceko dan salah satu acara musik terbesar di Eropa Tengah.

Negara kedua yang disambangi VoB adalah Belanda. VoB akan main di Nijmegen pada 22 Juli 2022. Kemudian panggung ketiga berada di Kopenhagen, Denmark, pada 2 Agustus 2022.

Puncaknya, Voice of Baceprot tampil di salah satu festival heavy metal terbesar di dunia, Wacken Open Air 2022 di Wacken, Jerman pada 5 Agustus 2022. 

Wacken Open Air adalah festival musik heavy metal yang diadakan setiap tahun sejak tahun 1990, diselenggarakan pada bulan Agustus di Desa Wacken, Schleswig-Holstein, Jerman. Saat ini merupakan salah satu festival musik metal terbesar di dunia, juga sebagai salah satu festival musik terbuka terbesar di Jerman.

Festival ini menampilkan band-band terkemuka dan dihadiri oleh ribuan penggemar musik metal dari seluruh penjuru dunia. Karena masa pandemi, penyelenggaraan festival W:O:A tahun 2020 dan 2021, resmi ditiadakan dan festival musik cadas ini dijadwalkan untuk kembali digelar pada 2022.

Band-band metal Indonesia yang pernah tampil di WOA antara lain Jasad, Burgerkill, Beside dan Down For Life.

Baru Pulang Tur Eropa

Vocie of Baceprot sendiri baru selesai menggelar tur panjang bertajuk Fight Believe Dream European Tour 2021. Konser terakhir mereka digelar di LeRez Usine - Post Tenebras Rock, Jenewa, Swiss pada 10 Desember 2021. 

Band metal tiga perempuan berhijab dari Garut, Jawa Barat, Indonesia itu berkeliling di 4 negara mulai 28 November 2021.

Keempat negara itu adalah Belanda, Belgia, Prancis dan Swiss.

Voice of Baceprot atau VoB memulai tur di Patronaat, Harleem, Belanda. Seharusnya setelah Harleem, mereka manggung di Nijmegen. Namun pentas batal karena kondisi Covid-19. 

VoB melanjutkan tur ke Groningen dengan tampil di Vera Club, secara terbatas untuk para staf, pada 1 Desember 2021.

Dari Belanda, VoB pindah ke Belgia dan main di Le Boutanique Brussel, Belgia pada 2 Desember.

Sukses tampil di Le Boutanigque, Voice of Baceprot menyeberang ke Prancis dan tampil di sebuah festival musik keras di Trans Musicales di Rennes, Prancis, 4 Desember 2021.

Penampilan Voice of Baceprot di Rennes ini benar-benar bikin pecah penonton festival. Selain memainkan lagu-lagu band idola mereka, Enter Sandman dari Metallica dan Kiling in The Name dari Rage Against The Machine, Voice of Baceprot pun memainkan part instrumental pentatonik Sunda.

Dari Rennes Prancis, Voice of Baceprot kembali ke Belgia untuk tampil di L'Entrepot Arlon. Selanjutnya balik lagi ke Prancis tampil di Montbeliard. 9 Desember 2021.

Terakhir VoB tampil di LeRez Usine - Post Tenebras Rock, Jenewa, Swiss pada 10 Desember 2021. 

Seperti pentas sebelumnya, Voice of Baceprot membuka penampilan dengan lagu sendiri, "School Revolution".

Lalu mengalirlah lagu-lagu cadas lainnya, seperti Enemy of Earth is You dan lagu kojo God Allow Me Please To Play Music.

Di panggung terakhir ini, Voice of Baceprot kembali memainkan musik instumental dengan nada-nada pentatonik Sunda.

Di penampilan terakhir ini pun Voice of Baceprot mengenakan kostum yang sama dengan yang mereka pakai saat membuka Tur di Patronaat Harleem.

Voice of Baceprot, band metal tiga perempuan berhijab asal Garut, Jawa Barat, Indonesia, melanjutkan tur mereka ke Montlbeliard, Prancis, 9 Desember 2021. Penampilan mereka di Atelier des Môles - Salle rock merupakan pentas kedua terakhir sebelum menutup Fight Believe Dream European Tour 2021 di Swiss.

Sebelumnya Voice of Baceprot ( VoB ) kembali ke Belgia untuk tampil di L'entreport Arlon. Dari sana, mereka kembali ke Prancis menuju Montbeliard.

Tiba di Montbeliard, Voice of Baceprot disambut hujan salju. Tentu saja kesempatan langka bagi anak-anak Garut dari negeri tropis itu dimanfaatkan untuk bermain salju sebelum tampil di Atelier des Moles-Salle rock.

Dari tayangan di akun YouTube Iman Abdurahman, Voice of Baceprot mengenakan jaket hangat musim dingin yang tebal dan berbulu serta syal tebal. 

Dalam akun Facebook Voice of Baceprot disebutkan bawah pertunjukan di Montbeliard sangat penuh energi.

"Tadi malam di Atelier des Môles - Salle rock à Montbéliard adalah pertunjukan terakhir kedua kami sebelum tur berakhir dan energinya gila. Terima kasih banyak telah bersenang-senang bersama kami, semuanya!
Satu pertunjukan lagi tersisa di Jenewa, Swiss di Post Tenebras Rock - L'Usine . Apakah Anda siap?" tulis akun ofisial VoB tersebut.

Saat  manggung di sebuah gedung pertunjukan di L'Entrepot Arlon, Belgia, mereka membawakan lagu salah satu band idola mereka, System of A Down (SOAD) berjudul Chop Suey!.

Lagu yang ditulis vokalis SOAD, Serj Tankian, Rick Rubin & Daron, itu merupakan lagu yang terdapat dalam album Toxicity.

Dalam tayangan di YouTube akun Iman Abdurahman, Voice of Baceprot membawakan dengan penuh power.

Namun berbeda dengan pertunjukan di Trans Musicales Rennes Prancis, penonton di L'Entrepot terlihat duduk di kursi. 

Penampilan VoB mendapat apresiasi dari publik musik Arlon.

"Thank you, that was incredible," tulis akun L'Entrepôt À Arlon di Facebook VoB.

Panggung di L'Entrepot ini merupakan rangkaian dari Fight Believe Dream European Tour 2021 yang digelar sejak 28 November 2021 itu menjelajahi 8 tempat di 4 negara. Sayangnya satu lokasi manggun di Nijmegen Belanda batal digelar karena alasan Covid-19.

 Saat tampil di Rennes, band metal tiga perempuan berhijab asal Garut itu memainkan lagu lawas milik Metallica, Enter Sandman. 

Ketika intro bass diriingi gebukan drum yang khas muncul, sontak penonton langsung berteriak-teriak. Mereka pun melakukan moshing. 

Tak hanya lagu Enter Sandman,Marsya, Widi, dan Siti, pun memainkan lagu milik band idola mereka, Rage Agains The Machine, Killing  In The Name.

Uniknya, Voice of Baceprot memainkan satu part yang berisi instrumentalia dengan nada-nada Pentatonik Sunda. Lagu yang diawali dengan dentuman bass Widi dengan nada khas Parahyangan itu mengalun di tengah-tengah hingar bingar penonton. 

Marsya meminta penonton untuk tidak ribut ketika Widi memainkan senar-senar bass pentatonik.

Dentuman bass dengan teknik slap itu disambut dengan petikan gitar Marsya juga dengan nada-nada pentatonik Sunda. Lalu gitar Marsya pun meraung diiringi gebukan drum  Siti.

Dalam tayangan yang diunggah akun Iman Abdurahman di YouTube, disebutkan bahwa bagian instrumentalia itu diambil dari TV France yang menayangkan show Voice of Baceprot.

Panggung di Trans Musicales itu merupakan panggung ke empat di tiga negara. Sebelumnya Voice of Baceprot tampil di Partonaat Harleem dan Vera Club, Groningen, Belanda, dan Botanique Belgia.

Saat manggung di Rennes, Voice of Baceprot mengenakan pakaian  spesial yang memakai unsur tenun ikat dari  Garut, Jawa Barat.

Dalam keterangan di laman Facebook ofisial Voice of Baceprot, disebutkan bahwa tenun ikat tradisional Garut itu masih eksis.

"Pakaian yang kami kenakan untuk penampilan kami di Trans Musicales 2021 di Rennes, Prancis memamerkan unsur etnis tenun ikat dari Garut, Jawa Barat. Meski tidak setenar produk kulitnya, kampung kami Garut juga memiliki tenun ikat tradisional sendiri yang masih bisa memegang sendiri dibandingkan dengan rekan-rekannya di seluruh Indonesia.

Tentang VoB

VoB merupakan band metal yang digawangi trio gadis asal Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Garut Helmi Budiman hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Pada Jumat (29/10/2021), Sandi membuat postingan di Instagram yang mengungkapkan rasa bangganya pada band metal tersebut.

Dia mengungkapkan 3 siswi anggota band tersebut membanggakan Indonesia karena tahun ini mereka akan manggung di 8 kota di 4 negara Eropa, mulai dari Belanda, Belgia, Prancis dan Swiss.

Padahal awalnya mereka dikenal sering memukul-mukul meja ketika di kelas. Akan tetapi, kata Sandi, potensi terpendam mereka ditangkap oleh gurunya.

Berikut ini narasinya: 

"Meni Keren Pisan!

Siapa sangka 3 siswi asal Garut yang kerap keluar-masuk ruang BK karena sering gebrak-gebruk meja layaknya menabuh drum sambil bernyanyi lantang, kini bisa Go International. Apresiasi saya kepada sang Guru @abaherza yang mempersatukan mereka menjadi sebuah band bernama @voiceofbaceprot. Melihatnya sebagai potensi, bukan melihatnya dari sudut pandang negatif karena suka buat berisik di kelas. Yang paling membanggakan adalah tahun ini mereka akan manggung di 8 kota 4 negara Eropa, mulai dari Belanda, Belgia, Perancis dan Swiss. Semoga lancar dan sukses.. Ayo #ekonomikreatif bangkit!"

Unggahannya tersebut telah disukai lebih dari 191.000 kali.

Melansir Kompas.com, (31/10/2021) Voice of Baceprot (VoB) merupakan sebuah band metal yang digawangi oleh tiga orang hijabers, yaitu Firdda Kurnia sebagai gitaris dan vokalis, Widi Rahmawati sebagai pemain bass, serta Euis Siti Aisyah sebagai penggebuk drum.

Ketiga gadis itu dipertemukan saat duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Baqiyatussolihat Singajaya. Awal perjalanan mereka justru berhubungan dengan teater.

“Dulu kita ekskul teater waktu kita duduk di Mts kelas 2. Terus kita mencoba drama musikal, tapi kita malah suka dengan musiknya,” tutur Firdda pada Kompas TV, 7 Juni 2017.

Pengasuh teater mereka, Erza Satia alias Abah berjasa memperkenalkan ketiganya dengan berbagai genre musik dan lagu.

“Pengasuh kita Abah Erza meminjamkan kita laptop. Di situ ada daftar lagu kesukaan dia. Pas kita dengar, ini musik enak juga. Langsung jatuh cinta sama musiknya,” kata Firdda.

Meski ketiganya kini fokus menggeluti musik metal, sebetulnya masing-masing menyukai musik yang berbeda. Firdda menyukai hip hop, Widi menggemari musik funk seperti Red Hot Chili Peppers, dan Siti menikmati band metal seperti Lamb of God serta System of Down.

Baceprot artinya apa?

Baceprot suku kata dalam bahasa Sunda yang artinya banyak bicara, bawel, atau berisik.  Nama tersebut disematkan pada trio metal ini karena lagu-lagunya yang dikenal "berisik". 

Selain itu, nama itu diberikan karena mereka sering dianggap berisik dan bawel di sekolah lantaran mereka sering melakukan protes.

"Kalau ada hal yang enggak benar di sekolah, pasti kita protes. Kita juga sering bikin tulisan di mading. Kita disebut anak-anak berisik, makanya dinamakan Voice of Baceprot,” ujar Firdda.

Karena itu, VoB menjadi salah satu grup band metal Tanah Air yang lantang menyuarakan isu sosial. Beberapa lagu kritik sosial itu antara lain "School of Revolution", "Kentut RUUP", hingga "Perempuan yang Merdeka Seutuhnya".

Upaya mereka dalam bermusik tidak selalu berjalan mulus. Mereka sempat mendapat penolakan dari orang tua. Apalagi musik yang mereka bawakan terlalu keras, sehingga oleh keluarga takut dianggap buruk oleh tetangga.

"Teteh (kakak) pernah menelepon sama Abah Erza sambil marah-marah. Aku kan sering pulang sore buat latihan setiap hari. Malu sama tetangga kan cewek,” ujar Euis Siti Aisyah.

Bahkan Siti sempat dikunci di kamar mandi agar tidak bisa berangkat latihan, namun akhirnya bisa kabur. Mereka menjadi terkenal setelah menampilkan cover lagu milik Rage Against The Machine tahun 2015 hingga Slipknot di kanal Youtube.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved