Persibmania
Persib Bandung Didenda Rp 200 Juta Akibat Flare yang Dinyalakan Oknum Bobotoh
Persib Bandung pun disanksi Komite Disiplin PSSI akibat ulah bobotoh yang menyalakan flare, saat Persib Bandung menghadapi Bhayangkara FC
Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Kabar kurang baik kembali menimpa Persib Bandung.
Persib dikalahkan Madura United FC dengan skor 1-3, pada laga kandang perdana BRI Liga 1 musim 2022/2023, di Stadion GBLA, Sabtu (30/7/2022) lalu.
Hasil itu berdampak pada munculnya kekecewaan dan riuhnya desakan Robert Alberts untuk mundur dari kursi pelatih kepala Persib Bandung di media sosial.
Tak sampai di situ, Persib Bandung pun disanksi Komite Disiplin PSSI akibat ulah oknum bobotoh yang menyalakan flare, saat Persib Bandung menghadapi Bhayangkara FC, di Stadion Wibawa Mukti.
Dilansir dari laman PSSI, Persib Bandung menjadi klub dengan nominal denda terbesar, akibat pelanggaran penyalaan flare dalam jumlah banyak oleh suporter Persib Bandung, pada pertandingan pembuka melawan Bhayangkara FC, pada 24 Juli 2022. Hukuman denda Rp. 200 juta.
Sanksi tersebut berdasarkan hasil sidang komite disiplin, pada 29 Juli 2022.
Adapun sanksi yang dijatuhkan bertujuan untuk membuat klub serta para suporter menjadi semakin disiplin saat pertandingan Liga 1 2022-2023 bergulir.
Selain Persib Bandung, Komite Disiplin PSSI pun menjatuhkan sanksi bagi klub ibukota, Persija Jakarta, yang didenda sebesar Rp 50 juta karena terdapat suporter yang menyalakan flare di laga pembuka antara Bali United vs Persija Jakarta 23 Juli lalu.
Selain itu, PSS Sleman juga dijatuhi sanksi denda Rp. 50 juta karena terdapat pelemparan botol yang dilakukan oleh suporter mereka. Momen itu terjadi di laga pembuka antara PSS Sleman vs PSM Makassar pada 23 Juli 2022.
Dewa United dan Persita Tangerang juga dikenakan sanksi denda dengan nominal Rp.50 juta.
Pada kasus Dewa United, hukuman itu diberikan karena terdapat lima pemain yang mendapatkan kartu kuning. Sementara itu, Persita dihukum karena masalah flare yang dinyalakan suporter.
Selain klub, pemain pun tidak luput dari sanksi denda yaitu, Leo Guntara (Borneo FC) dan RIzky Dwi Febrianto (Arema FC).
Leo Guntara terbukti melakukan pelanggaran serius dan mendapatkan kartu merah langsung. Adapun hukuman yang diberikan adalah larangan bermain sebanyak dua laga dan denda sebesar Rp. 10 juta.
Sementara itu, Rizky Dwi Febrianto dianggap melanggar karena menghalangi tim lawan mencetak gol dan mendapatkan kartu merah langsung.
Dia dihukum larangan bermain satu pertandingan dan denda sebesar Rp 10 juta (Cipta Permana).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/oknum-kelompok-suporter-nyalakan-flare-saat-pertandingan-persib-bandung-vs-bali-unitedd.jpg)