Breaking News:

Perampokan

Nekat Bobol 17 Minimarket Demi Judi Online, Perampok Asal Andir Bandung Ditembak Polisi

Pelaku yang sering melakukan perampokan seorang diri itu, kini pincang dan harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Cimahi.

Tribun Jabar/Hilman
Seorang pria ditembak polisi pada bagian kaki setelah merampok 17 minimarket di 6 kabupaten daerah Jawa Barat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Seorang pria ditembak polisi pada bagian kaki setelah merampok 17 minimarket di 6 kabupaten daerah Jawa Barat.

Diketahui pelaku bernama Ecep Ridwan (41), warga Gang Arjuna, RT 03/01, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung 

Pelaku yang sering melakukan perampokan seorang diri itu, kini pincang dan harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Cimahi.

Dia ditembak setelah merampok sejumlah minimarket di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Tasikmalaya, Garut, dan Purwakarta.

Baca juga: Minimarket di Ciparay Roboh, Tiga Orang Terluka, Tiga Motor Tertimpa

Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan, mengatakan, pelaku ini sudah melakukan 7 kali pembobolan minimarket di wilayah hukum Polres Cimahi dan 10 kali di beberapa kabupaten/kota yang lain. 

"Pelaku ini ditangkap pada 26 Juli 2022 di kontrakannya di Kabupaten Tasikmalaya. Pelaku diberikan tindakan tegas terukur karena melawan petugas," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Sabtu (30/7/2022).

Seorang pria ditembak polisi pada bagian kaki setelah merampok 17 minimarket di 6 kabupaten daerah Jawa Barat
Seorang pria ditembak polisi pada bagian kaki setelah merampok 17 minimarket di 6 kabupaten daerah Jawa Barat (Tribun Jabar/Hilman)

Untuk aksi pembobolan minimarket di wilayah hukum Polres Cimahi, kata Imron, dilakukan pelaku pada bulan April, Mei, Juni, dan Juli 2022 dengan modus mengincar minimarket yang berada di lokasi tidak terlalu ramai.

"Lalu pelaku menunggu sampai minimarket tersebut tutup dan penjaganya pulang, baru melakukan aksinya. Pada setiap kali beraksi, pelaku ini selalu membawa alat las portabel beserta tabung gas oxygen," kata Imron.

Ia mengatakan, alat tersebut digunakan untuk merusak teralis dan membobol berangkas tempat penyimpanan uang, sementara alat lainnya seperti gunting raja, gunting seng, palu, kunci inggris, linggis kecil, tang, digunakan untuk membobol atap minimarket.

"Pengakuannya dia melakukan aksi seorang diri. Namun melihat banyaknya TKP tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain, kami masih kembangkan kasus ini," ucapnya.

Dalam melancarkan aksinya, kata Imron, pelaku yang merupakan residivis kasus curanmor ini kerap menguras uang di dalam brankas, mengambil rokok, kosmetik, susu, dan barang yang lainnya.

"Dari hasil pencuriannya di 17 minimarket itu, pelaku mendapatkan uang sebesar Rp 100 juta. Dia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ujar Imron.

Sementara Ecep Ridwan, mengatakan dalam melakukan aksinya kerap memanjat dinding menggunakan tambang yang sudah dimodif menggunakan pengait diujungnya dan merusak DVR CCTV dan mengambilnya untuk kemudian di buang.

"Biasanya barang-barang hasil curian itu, saya jual di wilayah Garut dan uangnya dipakai modal buat judi online," kata Ecep.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved