Breaking News:

Maman Imanulhaq Desak Mardani Maming yang Terjerat Korupsi Dipecat dari Kepengurusan PBNU

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bendahara Umum PBNU, Mardani Maming sebagai buronan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Tokoh Muda NU asal Majalengka, KH Maman Imanulhaq 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bendahara Umum PBNU, Mardani Maming sebagai buronan.

Hal itu setelah yang bersangkutan mangkir dari dua kali panggilan dan tak diketahui keberadaannya.

Kondisi tersebut membuat para tokoh NU dari berbagai daerah buka suara, tak terkecuali Tokoh NU Asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, KH Maman Imanulhaq.

Baca juga: Sosok Mardani Maming, Bendahara Umum PBNU Juga Eks Bupati Tanah Bumbu, Kini Tersangka Kasus di KPK

Maman yang kerap disebut sebagai Tokoh Muda NU menyebut, tak abis pikir alasan PBNU yang masih mempertahankan nama Maming sebagai bendahara umum.

Padahal sudah lama, berembus kabar bahwa Mardani telah ditetapkan sebagai tersangka komisi anti rasuah.

"Aneh saja, kenapa PBNU masih saja mempertahankan Mardani sebagai bendahara umum, padahal jelas dia kini jadi tersangka dan buronan KPK," ujar Maman kepada awak media, Kamis (28/7/2022).

Pegiat anti korupsi ini pun juga menyebut bahwa sikap PBNU seolah menunjukkan gestur 'membela' pada Maming.

Hal ini menambah gejolak di tubuh NU kian besar.

Padahal berkaca dari PDI Perjuangan, sebagai partai yang menaungi Maming, telah jelas-jelas menyatakan sikapnya tidak akan mengintervensi terhadap proses hukum yang digelar KPK.

"Sikap PBNU dalam kasus ini sudah irrelevan dengan misi NU yang mengajarkan jemaahnya untuk mendukung negara, termasuk juga pada penghormatan dan kepatuhan hukum yang berlaku di Indonesia," ucapnya.

Oleh sebabnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi Majalengka ini berharap, PBNU segera mengambil langkah tegas untuk memecat Maming.

Itu satu-satunya cara, kata Kiai Maman, yang dapat memberi pesan pada khalayak bahwa NU masih dijalankan dengan rasional serta profesional.

Meski tentunya, imbuh dia, PBNU sudah telat mengambil sikap, namun masih jauh lebih baik ketimbang tetap mempertahankan Maming hingga ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

"Terlalu besar harga yang dibayar untuk mempertahankan seorang Maming di PBNU, yang pada akhirnya merusak reputasi NU sebagai ormas terdepan pendukung NKRI," jelas pria yang kini menjabat juga sebagai Anggota DPR RI ini 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved