Breaking News:

LPAI Indramayu Langsung Turun Tangan, Datangi Rumah Gadis 16 Tahun yang datap 7 Jahitan di Pipi

Pada hari ini, LPAI Indramayu bersama dengan pemerintah desa setempat pun mengunjungi kediaman korban.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
LPAI Indramayu saat mengunjungi kediaman korban yang dianiaya temannya sendiri di wilayah Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Senin (25/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia ( LPAI) turun langsung menangani kasus penganiayaan anak dibawah umur oleh temannya di Kabupaten Indramayu.

Koordinator LPAI Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, korban diketahui berinisial W (16), warga Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Rebutan Pacar? Pipi Gadis 16 Tahun di Indramayu Harus Dijahit 7 Jahitan Akibat Dianiaya Temannya

Pipi korban usai mendapat 7 jahitan akibat dianiaya temannya sendiri di wilayah Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.
Pipi korban usai mendapat 7 jahitan akibat dianiaya temannya sendiri di wilayah Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu. (Dok. LPAI Indramayu)

Penganiayaan tersebut diduga dilatarbelakangi karena rebutan pacar.

Pada hari ini, LPAI Indramayu bersama dengan pemerintah desa setempat pun mengunjungi kediaman korban.

"Kami juga akan mengawal kasus ini dan memberikan perlindungan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (25/7/2022).

Adi Wijaya menyampaikan, akibat kejadian itu korban menderita 7 jahitan di pipi.

Masih disampaikan Adi Wijaya, korban ini diketahui juga merupakan anak putus sekolah karena masalah ekonomi.

Ayahnya hanya seorang nelayan, sedangkan ibunya bekerja di luar negeri menjadi TKW.

Saat ini, korban diketahui tengah berada di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Cantigi.

"Di sini hanya tinggal sama ayahnya karena ibunya di luar negeri, tapi ayahnya sedang melaut, menurut informasi sekarang korban ada di rumah saudaranya," ujar dia.

Selain memberikan perlindungan, LPAI Indramayu pun akan melakukan trauma healing terhadap korban untuk memulihkan kondisi mentalnya.

Di sisi lain, lurah di desa setempat, Karto Estanto menyampaikan, pemerintah pun menaruh perhatian penuh atas insiden yang dialami korban.

Pihaknya pun berharap dan akan melakukan upaya agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Mengingat, baik korban maupun pelaku masih sama-sama berusia remaja.

"Tentunya kami berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi," ujar dia.

 


 
 
 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved