Breaking News:

Brigadir J Diancam akan Dihabisi Jika 'Naik ke Atas', Kaharudin Sebut Polisi harus Bongkar Makna Itu

Kamarundin mengatakan Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan sebelum peristiwa penembakan di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews
Kamaruddin Simanjuntak, penasihat hukum keluarga Samuel Hutabarat menunjukkan foto jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022). Kamaruddin menuding pelaku secara bersama-sama merencanakan pembunuhan Yosua. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J perlahan mulai tersingkap.

Kuasa hukum keluarga almarhun Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, membeberkan fakta-fakta baru kasus dugaan pembunuhan tersebut. 

Kamarundin mengatakan Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan sebelum peristiwa penembakan di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.

Bahkan Brigadir J menurut kuasa hukum keluarganya sudah menerima teror ancaman pembunuhan tersebut sejak Juni 2022.

Pada bulan Juni itu, ucapnya, Yosua Hutabarat atau Brigadir J sampai menangis akibat ancaman serius kepadanya.

Ancaman terakhir diterima Yosua saat berada di Magelang, yang kala itu sedang mengawal atasannya, Kamis 7 Juli 2022.

"Di situ diancam, apabila naik ke atas, akan dihabisi atau dibunuh," ujar Kamaruddin Simanjuntak, menjelaskan ancaman, Sabtu (23/7/2022).

Dia menyebut ancaman itu ada dalam rekaman bukti elektronik.

Baca juga: FAKTA BARU Brigadir J Ketakutan hingga Menangis Sebelum Peristiwa Penembakan, Ini Kata Kuasa Hukum

Tapi soal makna naik ke atas yang dimaksud, dia belum mengetahuinya.

Kemudian tentang siapa yang memberikan ancaman, juga belum disebutkannya.

"Makna naik ke atas inilah yang jadi tugas penyidik, karena temuan itu, sudah kami serahkan ke penyidik utama, supaya digali, melibatkan tim siber dan yang ahli di bidang itu," ungkapnya. 

Dia menyebut perlu diusut sebenarnya ada apa di Magelang, sehingga saat di sana almarhum Brigadir Yosua sangat ketakutan.

"Ini dikaitkan lagi pada bulan Juni, dia sampai menangis saking takutnya, mengadu kepada orang yang dia percaya," terangnya.

Soal orang yang dipercaya ini, kata dia, masih dirahasiakan orangnya, dan bukan anggota keluarga.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved