Breaking News:

Kera Ekor Panjang Serang Santri di Pondok Pesantren, Damkar Kuningan Turun Tangan

Sejumlah kera ekor panjang menyerang santri dan santriwati di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda 534 Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Dok Humas Damkar Kuningan
Petugas pemadam kebakaran bersama warga usir kera atau monyet liar ekor panjang di Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sejumlah kera ekor panjang menyerang santri dan santriwati di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda 534 di Dusun Puhun Desa Nanggela, Kecamatan Cidahu, Kuningan.

"Dalam beberapa hari, banyak monyet turun ke lingkungan pondok kami. Monyet yang menampakan itu juga ada yang menyerang santri kami," ungkap Kiyai Iyep Syarifuddin, saat memberikan keterangan, Kamis (14/7/2022).

Hewan primata yang sering menimbulkan ketidaknyamanan bagi lingkungan, Iyep mengaku berinisiasi melaporkan ke Damkar Kuningan, sekaligus minta bantuan untuk mengusir hewan tersebut.

"Bakat sering buat tidak nyaman santri kami dan aktivitas warga lingkungan ponpes, kami minta bantuan ke Kantor Damkar Kuningan untuk usir hewan tersebut," katanya.

Meski tidak menimbulkan korban dari serangan monyet pada sejumlah santri, Iyep mengaku sangat tidak nyaman dan takut terhadap hal yang tidak inginkan muncul kembali, hingga berakibat buruk pada anak santrinya.

"Ya sebagai bentuk pencegahan dari seringnya monyet ekor panjang yang menyerang. Kami mintai bantuan Petugas Damkar untuk mengusirnya," katanya.

Di tempat sama, Khadafi, Kepala Damkar Kuningan ini mengatakan, tindak pengusiran kera liar atau hewan Jenis kera ekor panjang (macaca Pascicularis) yang berada di sekitaran Ponpes langsung dilakukan sesuai dengan permohonan pengurus Ponpes tersebut.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga usir kera atau monyet liar ekor panjang di Kuningan
Petugas pemadam kebakaran bersama warga usir kera atau monyet liar ekor panjang di Kuningan (Dok Humas Damkar Kuningan)

"Dalam kegiatan pengusiran monyet liar. Kami terjun petugas lengkap dengan peralatan pengusir monyet tersebut," katanya.

Terlebih sebelum, kata Khadafi mengaku bahwa setelah dilakukan mitigasi itu diketahui hewan ini berkoloni alias kera ekor panjang (macaca Pascicularis) hidupnya bergerombol.

Selain itu, hewan ini sudah ada sejak beberapa waktu terakhir hingga membuat tidak nyaman lingkungan ponpes.

"Keberadaan kera liar itu ternyata lebih dari satu ekor, dan diketahui karakter hewan itu berada di lingkungan ponpes, untuk melakukan pencarian makanan," katanya.

Mengenai bentuk pengusiran pada hewan primata tersebut, Khadafi menyebut petugas Damkar sempat melakukan sosialisasi sekaligus membagikan pemahaman cara  penanganan pada binatang kera tersebut.

"Untuk pengusiran, kami bareng warga itu membuat semacam bahan peledak yang menggunakan bahan - bahan yang bisa menimbulan ledakan suara dari bahan campuran Karbit dan air. Pas sudah siap semua, bahan ledakan itu dilempar hingga akhirnya terlihat beberapa ekor monyet itu terlihat lari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved