Breaking News:

Kasus Penipuan

IRT di Garut Tipu 20 Pedagang Minyak, Korban Alami Kerugian Hingga Rp 1,9 Miliar

Nizwa Wulansari (31) atau NW, ibu rumah tangga asal Garut harus mendekam di penjara karena menipu puluhan pedagang minyak.

Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari
NW (31) seorang ibu rumah tangga di Garut saat dihadirkan ke publik, Selasa (12/7/2022). Ia terjerat kasus penipuan penjualan minyak goreng dengan harga murah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Nizwa Wulansari (31) atau NW, ibu rumah tangga asal Garut harus mendekam di penjara karena menipu puluhan pedagang minyak.

Ia menipu puluhan korban dengan cara menawarkan minyak goreng dengan harga lebih murah daripada yang beredar di pasaran.

Pelaku diketahui merupakan warga Limbangan yang berdomisili di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

20 pedagang minyak menjadi korbannya, mereka mengalami kerugian mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 300 juta.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan total kerugian yang dialami puluhan korban tersebut mencapai Rp.1,9 miliar.

Uang miliaran rupiah itu menurutnya dipakai pelaku untuk berbagai kebutuhan, seperti renovasi rumah dan kebutuhan keluarga.

"Berdasarkan keterangan korban, pelaku ini punya gaya hidup hedonis dengan cara memiliki mobil-mobil mewah," ujarnya saat ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Selasa (12/7/2022).

NW (31) seorang ibu rumah tangga di Garut saat dihadirkan ke publik, Selasa (12/7/2022). Ia terjerat kasus penipuan penjualan minyak goreng dengan harga murah.
NW (31) seorang ibu rumah tangga di Garut saat dihadirkan ke publik, Selasa (12/7/2022). Ia terjerat kasus penipuan penjualan minyak goreng dengan harga murah. (Tribun Jabar / Sidqi Al Ghifari)

Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ternyata mobil mewah tersebut bukan milik pelaku, melainkan mobil sewaan yang dipakai pelaku untuk memenuhi gaya hidup mewahnya.

Selain itu uang tersebut juga sudah dipakai untuk menutup hutang-hutangnya kepada para korban, namun tidak cukup sehingga ia harus berurusan dengan hukum.

"Sejumlah uangnya juga dipakai untuk gali lubang tutup lubang, renovasi rumah dan kebutuhan pribadi lainnya," kata AKBP Wirdhanto.

Fariz Akbar (32) salah satu korban, berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus tersebut, ia meminta polisi juga memeriksa suami siri pelaku.

Menurutnya beberapa korban termasuk dirinya, pertama kali dikenalkan dengan pelaku oleh suami sirinya.

"Sebagai konsumen saya pertama kali diperkenalkan kepada pelaku oleh WA, yang ternyata merupakan suami siri pelaku, status suami siri itu juga baru diketahui saat kasus ini mencuat," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Ia menuturkan selama ini yang menawarkan penjualan minyak kepada para korban adalah suami pelaku, yakni WA.

WA juga menurutnya kerap pasang badan saat para korban mulai berontak menagih pesanan minyak kepada pelaku.

"Maka dengan ini kami meminta polisi juga periksa itu suaminya, kami berharap polisi mengusut tuntas masalah ini sampai ke akar-akarnya," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved