Breaking News:

Viral

Kakek Ini Tinggal di SPBU Terbengkalai, Tolak Bantuan dari Relawan, Alasannya Bikin Haru

Viral di media sosial kisah seorang kakek yang tinggal di sebuah SPBU terbengkalai.

mStar
PILU, Kakek Tua Ini Tinggal di SPBU Terbengkalai 

TRIBUNCIREBON.COM - Baru-baru ini viral di media sosial kisah seorang kakek yang tinggal di pom bensin terbengkalai.

Kakek tersebut biasa dipanggil Pakcik Osong yang berusia 66 tahun.

Diketahui, kakek Pakcik Osong tinggal di SPBU daerah Putatan, Sabah, Malaysia.

Kabarnya, Pakcik Osong sudah tinggal di SPBU tersebut selama lima tahun terakhir.

SPBU yang ditempati Pakcik Osong dalam keadaan terbengkalai dan tanpa aliran listrik juga air.

Baca juga: Harga BBM Naik, Ini Harga Terbaru Pertamax Turbo, Dexlite & Pertamina Dex di 34 Provinsi

Dikutip dari mStar, seorang aktivis bernama Adrian Edy menemui Pakcik Osong.

Diketahui, Adrian Edy sudah terbiasa melakukan aksi kemanusiaan di Sabah.

Saat mengetahui kehidupan Pakcik Osong, Edy merasa pilu.

Rupanya, Edy mengetahui kabar keberadaan Pakcik Osong dari Facebook.

"Saya dapat komentar di Facebook tentang kisak Pakcik Osong. Jadi Senin malam saya pergi ke pom bensin terbengkalai itu untuk survei.

Dia sebenarnya dari Semporna, sudah lima tahun tinggal di situ, sejak 2017," ungkap Edy.

Edy menyebut kisah Pakcik Osong merupakan cerita tersedih yang pernah ia temukan.

Di samping itu, Edy menyebut jika dirinya kerap kali melewati SPBU terbengkalai itu.

Baca juga: Harga BBM Naik, Ini Harga Terbaru Pertamax Turbo, Dexlite & Pertamina Dex di 34 Provinsi

Namun, dirinya tak menyangka Pakcik Osong tinggal di SPBU itu.

"Saya kira ini adalah misi bantuan yang paling sedih yang saya pernah temukan. Selama ini saya sering lewat depan pom bensin terbengkalai itu, tidak menyangka kalau dia tinggal di situ.

PILU, Kakek Tua Ini Tinggal di SPBU Terbengkalai
PILU, Kakek Tua Ini Tinggal di SPBU Terbengkalai (mStar)

Dia tidur pakai lilin untuk penerangan, masak pun pakai kayu bakar. Itu pun kalau ada. Kadang ada orang beri makanan untuk dia tapi tidak selalu," lanjutnya.

Pada pertemuan perdananya, Pakcik Osong membawakan makanan untuk kakek tersebut.

Tak hanya itu, Edy berjanji akan kembali menemuinya sembari membawa sejumlah kebutuhan untuk Pakcik Osong.

Di lain sisi, Edy juga mengaku terkesan akan tempat tinggal yang didiami oleh Pakcik Osong.

Pasalnya, tempat tinggal tersebut sangatlah bersih dan rapi.

"Saya terharu saat bertemu dia. Biasanya kita pikir tempat terbengkalai itu kotor dan bau. Tapi waktu saya masuk, saya lihat bersih sekali. Bajunya digantung rapi, kasur pun tersusun.

Tempat salat dia lebih tinggi dari tempat tidur. Dia juga selalu menyapu masjid terdekat. Wajah dia bersih sekali," papar Edy.

Saat kembali bertemu dengan Pakcik Osong, Edy sempat mengajak kakek tersebut ke pasar.

Bahkan Edy memberikan tempat tinggal untuk Pakcik Osong.

Sayangnya, Pakcik Osong memilih untuk menolak pemberian tersebut dengan alasan tak ingin menyusahkan orang lain.

"Hari Rabu saya tanya Pakcik makan apa tadi malam, dia bilang makan roti yang saya beri pada hari Senin. Dia ternyata tidak ada makanan pada hari Selasa jadi dia cuma makan roti yang saya beri hari Senin.

Saya mau beri motor atau sepeda dia tidak mau. Saya tawarkan kamar sewa pun dia tidak mau. Kalau dia mau, saya yang bayar sewanya tiap bulan," terang Edy.

Baca juga: Bupati Cirebon Apresiasi Langkah Kemanusiaan Aice Group dan GP Ansor Bagi-bagi Masker

Aksi kemanusiaan untuk Palestina

Panitia Aksi Kemanusiaan warga Kuningan untuk Palestina yang digelar setelah salat Jumat hingga waktu salat Asar berhasil mengumpulkan donasi hampir Rp 100 juta.

"Terima kasih atas partisipasi warga Kuningan, untuk saat ini donasi terkumpul sebesar Rp 9187500," ungkap Lukman yang juga pemandu dalam aksi kemanusiaan tadi, Jumat (29/5/2021).

Donasi yang terkumpul akan di berikan sebagai bentuk kepedulian warga Kuningan terhadap warga Palestina.

"Untuk teknis pengiriman nanti kita masih membuka dan menerima donasi yang datang," ujarnya.

Di tempat sama Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya melalui Kabag Ops Kompol Tri Sumarsono menyebut bahwa dalam pengamanan dan pengawasan ini menerjunkan sebanyak 157 Anggota Polri.

"Untuk pengamanan kami libatkan sebanyak 157 anggota Kepolisian dari tiap unit. Kemudian untuk estimasi massa aksi sekarang ini tidak lebih dari 500 orang," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Kuningan H Acep Purnama larut dalam aksi solidaritas Palestina di Alun - alun Masjid Syiarul Islam Kuningan.

"Terima kasih kepada masyarakat Kuningan yang senantiasa mendoakan untuk saudara muslim di Palestina. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir warga Palestina mendapat tindakan tidak terpuji yang di lakukan Zionis Israel hingga banyak dikabarkan jumlah orang Palestina meninggal," ungkap Bupati Acep di sela orasi saat aksi tadi, Jum'at (28/5/2021).

Orang nomor satu di Kuningan itu mengatakan, melihat tindakan kekejaman yang dilakukan Zionis Israel, jelas sangat bertentangan dengan sikap kemanusiaan pada umumnya.

"Seperti dalam amanat dalam Undang - undang kita, bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa," ungkap Bupati Acep lagi.

Tidak hanya itu, Acep mengulas tentang kebaikan warga Indonesia yang pernah terjalin saat Presiden Soekarno.

"Dalam kutipan Bung Karno, bahwa warga Indonesia dan Palestina itu ada kemitraan dalam memperjuangkan kemerdekaan," ujarnya.

Hadir dalam aksi solidaritas Palestina itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kuningan KH Ahidin Noor. KH Ahidin mengklaim bahwa tindakan Zionis Israel itu bukan sebagai sosok manusia.

"Ya sebagai manusia mari kita do'akan sesama makhluk hidup. Kami FKUB hadir langsung, ada tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha, Katolik dan Konghucu," ujarnya.

Di sela kegiatan tadi, masih - masing tokoh agama juga mendoakan untuk kemerdekaan Palestina dan mengencam tindakan tidak manusiawi Zionis Israel.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved