Breaking News:

Para Santri yang Selamat dari Insiden Pantai Legok Jawa Pangandaran Alami Trauma, Tak Bisa Tenang

Para santri korban selamat insiden tersapu ombak Pantai Legokjawa, Pangandaran, mengalami trauma.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Padna
Penampakan Pantai Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran Kamis (7/7/2022) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Para santri korban selamat insiden tersapu ombak Pantai Legokjawa, Pangandaran, mengalami trauma.

Di antara mereka ada yang memilih mengurung diri di kamar. Ada pula yang harus mengonsumsi obat tidur yang diberikan dokter agar bisa tenang.

Dilansir dari Tribunjabar.id, hal itu diketahui saat wartawan Tribunjabar.id mendatangi rumah mereka di Kampung Cibangun Kaler, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/7/2022) siang.

Sila (14), misalnya, saat ditemui tim KPAD Kota Tasikmalaya untuk memberikan trauma healing, enggan keluar dari kamar.

Baca juga: Pantai Legok Jawa Telan Korban Jiwa, Kepala Desa: Bukan Area Wisata Untuk Berenang

Sila yang juga sempat terseret ombak, menurut keluarganya, terus mengurung diri di kamar.

Komisioner KPAD Kota Tasikmalaya, Sita, akhirnya masuk kamar untuk memberikan trauma healing.

Kondisi yang sama juga dialami Agnia (14). Ia bahkan selalu gelisah dan akhirnya tak bisa tidur.

Pihak keluarga akhirnya memanggil dokter yang kebetulan masih famili. Agnia pun akhirnya diberi obat tidur agar bisa beristirahat.

Saat tim KPAD Tasikmalaya datang ke rumahnya, Agnia terbangun dan menerima kedatangan tim sambil tiduran.

Saat ditanya kabarnya, Agnia mengaku masih syok jika mengingat musibah yang terjadi.

Sita pun memberikan dorongan semangat dan menasihati agar mengeluarkan beban pikirannya.

Baik dengan cara menangis maupun sambil curhat kepada orang terdekat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved