Breaking News:

Santri Asal Tasik Tenggelam di Pangandaran, Ketua Rukun Nelayan Jelaskan Soal Pantai Legok Jawa

Delapan santri asal Tasikmalaya terseret ombak di Pantai Legok Jawa, Pangandaran, Ketua Rukun Nelayan (RN) sebut sebelumnya korban sempat minta tolong

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Padna
Uhan Ruhandi ketua RN Legok Jawa, kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Delapan santri asal Tasikmalaya terseret ombak di Pantai Legok Jawa, Pangandaran, Ketua Rukun Nelayan (RN) sebut sebelumnya korban sempat minta tolong.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Pantai Legok Jawa, tepatnya depan tempat penyimpanan ikan (TPI) Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 7:30 WIB.

Atas kejadian tersebut, 3 remaja dinyatakan meninggal dunia, 1 orang belum ditemukan, 1 orang di rawat di RSUD Pandega Pangandaran dan 4 remaja di rawat di Puskesmas Legok Jawa.

Ketua RN Legok Jawa, Uhan Ruhandi menyampaikan, Jadi gini, kejadiannya saat saya sedang melakukan Opsih (operasi bersih) di sekitar TPI.

"Saat itu, ada orang yang meminta tolong dengan bahasa tolongnya, "perahu - perahu." Saya kira, ada perahu mendarat tapi ternyata pas saya ke lokasi disana ada orang yang tenggelam," ujar Uhan saat ditemui Tribunjabar.id di halaman TPI Legok Jawa, Kamis (7/7/2022) siang.

Menurutnya, rekan - rekan santri itu sempat menyampaikan ada 5 orang yang tenggelam.

"Tapi, setelah saya melakukan evakuasi, ternyata yang tenggelam itu mencapai 8 orang," katanya.

Ia bersyukur, saat penyelamatan korban saat waktu kejadian sekitar jam 7.15, ia bisa mengevakuasi 7 orang.

"Saya evakuasi bersama masyarakat, itu bisa menyelamatkan orang-orang tenggelam 7 orang. Yaitu, laki-laki 2 orang, perempuan 5 orang. Sisanya satu orang sampai detik ini belum ditemukan," ucapnya.

Dan dari 7 orang yang diselamatkan itu, 3 orang diantaranya meninggal dunia.

"Tapi, meninggalnya itu di jalan saat menuju Puskesmas (Legok Jawa), bukan di laut," kata Uhan.

Uhan mengungkapkan, saat kejadian itu, memang banyak Santri yang meminta tolong.

"Mungkin ada 10 orang, perempuan semua, laki-lakinya sedikit, mereka pada teriak semua," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved