Breaking News:

3 Orang Santri Tewas Terseret Ombak di Pangandaran, Seorang Masih Belum Ditemukan, Ini Kronologinya

3 remaja dinyatakan meninggal dunia, 1 orang belum ditemukan, 1 orang di rawat di RSUD Pandega Pangandaran dan 4 remaja di rawat di Puskesmas

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Padna
Muhamad Firman santri senior sedang ditangani tim medis di Puskesmas Legok Jawa. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sejumlah rombongan santri remaja asal Tasikmalaya terseret ombak di Pantai Legok Jawa.

Kejadian tersebut terjadi di Pantai Legok Jawa, tepatnya depan tempat penyimpanan ikan (TPI) Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 7.30 WIB.

Atas kejadian tersebut, 3 remaja dinyatakan meninggal dunia, 1 orang belum ditemukan, 1 orang di rawat di RSUD Pandega Pangandaran dan 4 remaja di rawat di Puskesmas Legok Jawa.

Dari pantauan Tribunjabar.id, tampak pasca kejadian dan sejumlah korban berada di Puskesmas Legok Jawa, satu orang tua menangis histeris ketika melihat anaknya sudah meninggal dunia.

Muhamad Firman santri senior sedang ditangani tim medis di Puskesmas Legok Jawa.
Muhamad Firman santri senior sedang ditangani tim medis di Puskesmas Legok Jawa. (Tribunjabar.id/Padna)

Bahkan, orang tua tersebut sempat pisan dan dibawa ke ruangan yang berada di Puskesmas tersebut.

Satu santri yang hendak menyelamatkan teman-teman, Muhamad Firman (17) menyampaikan, kejadiannya sekitar pukul 7.30 WIB.

"Setelah dengar ada yang tenggelam, saya langsung menyelamatkan teman-teman. Saya mah bukan berenang atau korban tapi mau menyelamatkan teman-teman. Tapi karena ombak besar, mereka ikut terseret ombak," ujar Muhamad saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan Puskesmas Legok Jawa, Kamis (7/7/2022) siang.

Baca juga: Murid SD yang Tenggelam di Sungai Cimanis Cirebon Ditemukan Tak Bernyawa

Sementara, untuk jumlah korban yang ikut berenang Ia mengaku tidak tahu.

"Karena, yang ikut berenang itu banyak. Kalau gnggak salah 8 orang," katanya.

"Tapi, kata orang-orang tadi saya itu yang berenang padahal mau menyelamatkan teman-teman saya."

Saat kejadian, memang ombaknya gede banget, sangat besar. Sebelumnya, memang ada yang melarang berenang tapi anak-anak mungkin pada bandel, malah coba-coba.

"Kita, rombongan (Santri) dari Tasikmalaya. Diantara santri, saya yang paling tua," ucapnya. 

Baca juga: Dua Murid SD Tenggelam di Sungai Cimanis Cirebon, Satu Meninggal, Satu Belum Ditemukan

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved