Sosok

SOSOK Jenderal Pol Purn Tito Karnavian, Mendagri yang Ditunjuk Presiden Jadi Menpan RB Ad Interim

Sosok Jenderal Pol Purn Muhammad Tito Karnavian, Mendagri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menpan RB ad interim

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Kemendagri.go.id
Mendagri Jenderal Pol Purn Muhammad Tito Karnavian ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menpan RB ad interim mulai 4 Juli hingga 15 Juli 2022. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Sosok Jenderal Pol Purn Muhammad Tito Karnavian, Mendagri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ad interim. 

Penunjukan ini dilakukan setelah Menteri PANRB Tjahjo Kumolo tutup usia pada Jumat, 1 Juli 2022.

Informasi penunjukan ini disampaikan Humas Menteri PANRB. Berdasarkan surat B-596/M/D-3/AN.00.03/07/2022 yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjabat sebagai Menteri PANRB ad interim pada 4-15 Juli 2022. 

Baca juga: SOSOK Tjahjo Kumolo Politisi PDIP Sekaligus Menpan RB yang Meninggal, Begini Kondisi Terakhirnya

Berikut ini sosok dan profil Muhammad Tito Karnavian yang akan menjabat Menpan RB selama 2 minggu.

Siapa tak mengenal Tito Karnavian. Namanya mulai banyak dikenal publik Tanah Air setelah menjabat sebagai Kapolda Metro pada periode 2015-2016.

Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (lahir 26 Oktober 1964), adalah seorang politikus dan tokoh kepolisian Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia sejak tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Sebagai seorang perwira tinggi polisi, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-23.

Dilansir dari Wikipedia, Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang kemudian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987 karena gratis dan tidak ingin membebankan biaya orang tuanya.

Tahun 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ditempuh di Sekolah Xaverius, kemudian sekolah menengah atas ditempuh di SMA Negeri 2 Palembang. Tatkala duduk di kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis.

Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Keempatnya lulus, tapi yang dipilih adalah AKABRI, terutama Akademi Kepolisian.

Kariernya di kepolisian sendiri banyak dihabiskan di unit reserse. Kampung halamannya berada di Sumatera Selatan.

Tito Karnavian merupakan jebolan Akpol pada tahun 1987 dengan predikat lulusan terbaik atau penerima bintang Adhi Makayasa.

Penugasan pertamanya sebagai anggota polisi yakni di Polres Jakarta Pusat. Sebagaimana peraih bintang Adhi Makayasa lainnya, kariernya terbilang cepat.

Saat masih menyandang pangkat AKBP, dia memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.

Pangkatnya dinaikkan, dan dirinya menerima penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Pol. Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, seperti Idham Azis, Saiful Maltha, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan yang lainnya.

Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top. Atas prestasi ini, pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan diangkat menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri.

Kariernya terus menanjak, dan dirinya sempat menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Pada tanggal 14 Maret 2016, dia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen. Pol. Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.

Menjadi Kapolri
Pada tanggal 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada DPR-RI, yang isinya menunjuk Tito sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti yang akan segera pensiun.

Komisi III DPR-RI menyetujui usulan ini dalam sidang paripurna mereka yang digelar pada awal bulan Juli 2016. Tito resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi pada tanggal 13 Juli 2016.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Sespri Kapolri, Kapolres Serang, Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT, hingga puncaknya ditunjuk menjadi Kapolri menggantikan Badrodin Haiti.

Saat masih berpangkat AKBP, Tito Karnavian juga sempat memimpin detasemen 88 Anti Teror Polda Metro Jaya.

Kesuksesannya dalam melumpuhkan gembong teroris Azahari membuat dirinya mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Kombes. 

Sebelumnya, Tito juga sukses memimpin penangkapan Tomy Soeharto, putra mantan Presiden Soeharto yang terkait kasus pembunuhan Hakim Agung Safiudin.

Kini, selepas dari jabatan Kapolri, ia dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Kabinet Indonesia Maju.

Sebagai Mendagri dan mantan Kapolri, berapa harta kekayaan Tito Karnavian? Total harta kekayaan terakhir yang dilaporkan Tito Karnavian yakni sebesar Rp 18,09 miliar atau tepatnya Rp 18.090.466.263 dengan jabatan sebagai Mendagri pada Desember 2019.

 Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ( LHKPN), harta kekayaan Tito Karnavian mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Saat masih menjabat sebagai Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran Kapolri pada November 2014, harta yang dilaporkan Tito yakni sebesar Rp 7,72 miliar.

Berikutnya saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2016 atau sebelum menjabat sebagai Kapolri, harta kekayaan yang dilaporkannya yakni sebesar Rp 10,29 miliar.

Berbeda dengan profil kekayaan pejabat tinggi negara pada umumnya yang aset terbesarnya berasal dari properti, harta kekayaan Tito paling banyak disumbang dari kas dan setara kas yang nilainya Rp 9,53 miliar.

Aset terbesar kedua dikontribusi dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp 8,29 miliar. Ada 11 bidang tanah dan bangunan yang dilaporkan Tito dalam LHKPN.

Aset properti tersebut tersebar paling banyak di Kota Palembang. Sisanya berada di Kota Jakarta Selatan dan Kota Tangerang.

Sebagian besar propertinya merupakan hasil sendiri, sisanya berasal dari hibah tanpa akta.

Yang menarik, Tito Karnavian melaporkan kepemilikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Ia hanya melaporkan memiliku harta bergerak lain yang taksiran nilaainya sebesar Rp 260 juta.

Dia tercatat juga tidak memiliki kekayaan berupa surat berharga, serta tidak memiliki utang dalam laporan LHKPN yang dibuatnya.

IDENTITAS DIRI

Nama : Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian., M.A., Ph.D.

Jabatan : Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Tempat/Tgl Lahir : Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964

Agama : Islam

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. SMAN 2 Palembang (1983);

2. Akademi Kepolisian (1987) Lulusan terbaik peraih bintang Adhi Makayasa;

3. Master of Arts in Police Studies, University of Exeter, United Kingdom (1993);

4. Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (1996) Lulusan terbaik peraih bintang Wiyata Cendekia;

5. Royal New Zealand Air Force Command and Staff College, New Zealand (1998);

6. Bachelor of Arts in Strategic Studies, Massey University Auckland, New Zealand (1998);

7. Sespim Polri (2000);

8. Lemhannas RI PPSA XVII (2011) Peserta terbaik peraih bintang Seroja;

9. Ph.D. in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S;

10. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (2013) dengan predikat         Magna Cum Laude.

 
RIWAYAT JABATAN

1. Kasat Serse Ekonomi Ditserse PMJ (1999);

2. Kasat Serse Umum Ditserse PMJ (2000);

3. Kasat I /Kamneg Ditreskrimum PMJ (2003);

4. Kapolres Serang Polda Banten (2005);

5. Kadensus 88 AT Bareskrim Polri (2009);

6. Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT (2010);

7. Kapolda Papua (2012);

8. Asrena Kapolri (2014);

9. Kapolda Metro Jaya (2015);

10. Kepala BNPT (2016);

11. Kapolri (2016);

12. Menteri Dalam Negeri (2019 - Sekarang).

 
TANDA JASA/ PENGHARGAAN

1. KPLB dari Kombes ke Brigjen;

2. KPLB dari AKBP ke Kombes;

3. KPLB dari Kompol ke AKBP;

4. Bintang Bhayangkara Utama;

5. Bintang Bhayangkara Pratama;

6. Bintang Bhayangkara Nararya;

7. SL Pengabdian 24 tahun;

8. SL Pengabdian 16 tahun

9. SL Pengabdian 8 tahun

 BUKU
 
1. “Indonesian Top Secret: Membongkar Konflik Poso”, Gramedia, Jakarta, 2008;

2. Regional  Fraternity:  Collaboration  between  Violent  Groups  in  Indonesia  and  the Philippines, dalam “Terrorism      in South and Southeast Asia in the Coming Decade”, ISEAS, Singapore, 2009;

3. “Bhayangkara di Bumi Cendrawasih”, ISPI Strategic Series, Jakarta, 2013;

4. “Explaining Islamist Insurgencies”, Imperial College, London, 2014;

5. “Democratic Policing”, Pena 324, Jakarta, 2017;

6. “Menuju Kekuatan Dunia Indonesia 2045”, Jakarta, 2018.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved