Breaking News:

Pasutri Polisi Korupsi Rp 3 M Lebih, Janji Kembalikan Uang, Berharap Hukuman Dikurangi

Pasangan suami istri yang bertugas di Polres Blora 'kompak' korupsi uang negara sebesar Rp 3 Miliar lebih.

Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi: pasutri Polisi lakukan korupsi 

TRIBUNCIREBON.COM- Sepasang suami istri, yang merupakan anggota polisi telah mencoreng nama baik POLRI.

Pasangan suami istri yang bertugas di Polres Blora 'kompak' korupsi uang negara sebesar Rp 3 Miliar lebih.

Bahkan, mereka lakukan korupsi Rp 3 Miliar demi memenuhi kebutuhan pribadi mereka.

Dilansir dari Kompas.com, pasangan suami istri yang merupakan anggota Polres Blora yang korupsi uang negara itu bernama Bripka Etana Fani Jatnika dan Briptu Eka Maryani.

Baca juga: Dugaan Korupsi RTH Jatibarang Indramayu, Terdakwa Kembalikan Kerugian Negara Rp 400 Juta

Ilustrasi Polisi
Ilustrasi Polisi (Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com)

Dari hasil persidangan mereka mengaku bakal mengembalikan uang yang telah di korupsinya.

Diketahui, pasangan suami istri itu menilap uang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2021 senilai total Rp 3,049 miliar.

Bripka Etana mengatakan, dirinya akan mengembalikan uang yang telah dikorupsinya tersebut.

Baca juga: Anak Penjual Koran Lulus Masuk Polri Sekaligus SBMPTN, Begini Ternyata Keseharian Michael

Saat ini, upaya pengembalian masih dalam proses.

"Kami masih memproses untuk mengembalikan kerugian negara," kata Bripka Etana saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/7/2022), seperti ditulis KOMPAS TV.

 
Menurut Etana, uang yang telah di korupsinya bersama sang istri jika dicairkan nilainya bisa mencapai Rp 4 miliar.

Upaya serupa juga disampaikan oleh Briptu Eka Maryani.

Ia berharap upaya itu bisa mengurangi tuntutan yang nantinya diajukan jaksa.

Baca juga: Kasus PMK di Kota Cirebon Capai 122 Ekor, Tak Ada Penambahan Kematian dan Potong Paksa

Sementara Hakim Ketua Rochmad yang menyidangkan perkara tersebut meminta kepada kedua terdakwa untuk menepati janjinya.

"Kalau mau mengembalikan ya nanti sebelum tuntutan. Nanti jaksa akan mempertimbangkan pengurangan uang pengganti kerugian negara," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved