Breaking News:

Nenek Nurbaeti Terkurung di Dalam Rumahnya, Digembok Seorang Wanita, Ini Kronologinya

Seorang nenek berusia 70 tahun, Hj Nurbaeti hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya.

Tribun Jabar/Nandri
Nurbaeti terkurung di dalam rumahnya karena digembok oleh seorang wanita 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang nenek berusia 70 tahun, Hj Nurbaeti hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya.

Sudah hampir sepekan, Nurbaeti terkurung di dalam rumahnya karena digembok oleh seorang wanita yang bernama Hanny Yuliani.

Rumah Nurbaeti berada di Jalan Veteran nomor 176 RT 2/2, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta dan masih dalam proses sengketa di Pengadilan Negeri Purwakarta.

Nurbaeti mengatakan, pada 2015, dirinya sempat meminjam uang kepada seseorang bernama Hanny Yuliani dengan jaminan sertifikat rumah yang kini dia tempati.

Baca juga: Soal Sengketa di Lahan HGU PG Jatitujuh, Pemkab Indramayu: Sudah Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

"Iya saya pinjam uang ke bu Hanny sebesar Rp 1,3 miliar untuk biaya sekolah anak dengan jaminan sertifikat rumah ini. Tapi, dalam kurun waktu beberapa bulan bu Hanny mendesak supaya sertifikat rumah dibalik nama atasnama dia dengan alasan takut saya tak bisa mengembalikan uang yang dipinjam," katanya, Selasa di depan pagar rumahnya, Selasa (28/6/2022).

Nurbaeti terkurung di dalam rumahnya karena digembok oleh seorang wanita
Nurbaeti terkurung di dalam rumahnya karena digembok oleh seorang wanita (Tribun Jabar/Nandri)

Dengan rasa kebimbangan, Nurbaeti terpaksa mengikuti kemauan Hanny untuk balik nama sertifikat rumah yang ditinggalinya.

"Saya dipaksa untuk baliknama atasnama bu Hanny, padahal saya enggak mau. Ya akhirnya saya tanda tangani balik nama itu. Lalu, beberapa bulan setelah balik nama, bu Hanny langsung pasang spanduk rumah ini dijual," kata nenek 9 cucu ini yang mengaku tak merasa akan menjual rumah warisan mendiang suaminya itu.

"Harusnya ada musyawarah dahulu dengan saya dan anak-anak. Tapi ini sama sekali tidak ada. Ibu Hanny enggak pernah mau berkomunikasi dengan saya ataupun anak-anak saya, beliau hanya sebelah pihak," ucapnya.

Selanjutnya, pada Rabu (22/6/2022), gerbang rumah yang ditinggalinya seorang diri itu dirantai dan digembok oleh orang diduga suruhan Hanny Yuliani.

Kemudian pintu belakang di tutup menggunakan seng, sehingga dirinya tidak bisa keluar dari lingkungan sekitar rumahnya.

"Sudah satu minggu saya enggak bisa keluar dari rumah ini, gerbangnya dirantai kemudian digembok, lalu pintu belakang pun ditutup. Jadi, enggak bisa kemana-mana. Untuk mencari makan saja susah," ujarnya seraya mengaku akan tetap bertahan di rumah tersebut sampai proses sengketa di Pengadilan Negeri Purwakarta selesai.

Kuasa hukum Hj Nurbaeti, Antonius Stanis dari Kantor Advokat, akhirnya melaporkan perbuatan HY dengan dugaan tindak pidana merampas kemerdekaan. Dia mengatakan pada Senin (27/6/2022) sudah melakukan upaya hukum dengan membuat laporan polisi dengan nomor laporan LP/B/641/VI/2022/SPKT/Polres Purwakarta/Polda Jawa Barat. 

"Kami khawatir bila semua akses rumah nenek Nurbaeti ini terus ditutup akan membahayakan kesehatan dan keselamatan dari yang bersangkutan," katanya, Senin (27/6/2022).

Adapun tanah dan bangunan tempat nenek Nurbaeti terkurung itu statusnya saat ini tengah bersengketa di Pengadilan Negeri Purwakarta sebagaimana terdaftar di kepaniteraaan perdata pn.pwk, no.10/Pdt.G/2022/PN.PWK

"Kami tentu berharap sebagai warga negara yang taat hukum akan kehadiran dari aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia agar dapat memberikan perlindungan hukum kepada nenek Nurbaeti," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved