Breaking News:

Mantan Bupati Kuningan Tutup Usia

Wabup Kuningan Ridho Suganda Ungkap Pesan-pesan Almarhum Aang Hamid Suganda

Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda mengungkap pesan-pesan almarhum H Aang Hamid Suganda semasa hidup

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Humas Pemkab Kuningan
Keluarga berdoa di pusara mantan Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda seusai prosesi pemakaman di TPU Syekh Muhibat, Selasa (21/6/2022). Putra bungsu Aang Hamid yang juga Wabup Kuningan, HM Ridho Suganda, mengungkap pesan-pesan almarhum. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda yang merupakan putra bungsu almarhum H Aang Hamid Suganda mengungkap pesan- pesan yang disampaikan almarhum.

Aang Hamid Suganda yang dikenal sebagai Bapak Pembangungan Kuningan dan Bapak Hotmix itu menyimpan kisah kebaikan sosial lingkungan di Kabupaten Kuningan. 

Dari pengalaman semasa menjabat sebagai Bupati Kuningan 2003 - 2013 hingga memasuki masa purna, sosok Aang Hamid Suganda tidak henti memberikan motivasi dan pesan terhadap lingkungan masyarakat. Terutama kepada Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda yang merupakan putra bungsu mantan Bupati Kuningan tersebut.

Baca juga: Bupati Kuningan Melayat ke Rumah Duka Aang Hamid Suganda, Sebut Meninggal Setelah Operasi Jantung

"Pesan yang diberikan semasa hidup oleh Bapak ( Aang Hamid Suganda), tetap semangat dan terus memberikan terbaik pada lingkungan masyarakat. Apalagi saat sekarang mendapat amanah (Wakil Bupati Kuningan)," ungkap Edo sapaan Wakil Bupati Kuningan saat ditemui usai melangsungkan prosesi pemakaman di TPU Syekh Muhibat, Selasa (21/6/2022).

Menyinggung soal riwayat kesehatan almarhum H Aang Hamid Suganda, Edo menyebut bahwa ayahnya itu memiliki riwayat penyakit pada organ dalam. Hal itu diketahui setelah menjalani perawatan medis di RSUD 45 Kuningan hingga dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

"Iya, Bapak mengalami sakit jantung. Itu akibat sudah sepuh ya, jadi sebelumnya juga Bapak pernah dirawat di RSUD 45 hingga akhirnya meninggal seusai menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta," ujarnya.

Meski semasa hidup melakukan pola hidup sehat, Edo mengibaratkan bahwa kalangan usia sepuh itu tidak menutup kemungkinan terjadi ketidaklancaran fungsi organ tubuh.

"Ya ibarat kendaraan pabrikan lama, biar bagaimanapun itu terjadi kerusakan. Demikian juga kita, sebagai manusia pasti mengalami seperti itu, tapi tetap dengan kejadian ini sebagai media pengingat kita untuk lebih baik dan selalu bermanfaat bagi semua," ujar Edo menyebut bahwa cucu dari H Aang Hamid Suganda itu sebanyak 18 anak.

Ditanya soal Non Kiera yang juga putri sulung HM Ridho Suganda terus menangis saat mengetahui Aki Aang Hamid Suganda meninggal. Edo menjawab bahwa Non Kiera itu satu - satunya cucu yang dekat dengan sosok almarhum H Aang Hamid Suganda saat berada di Kuningan.

"Kalau anak saya nangis saat tahu Bapak meninggal. Mungkin anak saya itu cucu satu-satunya yang dekat saat Bapak ( Aang Hamid Suganda) berada di Kuningan," ujarnya.

Diketahui kegiatan prosesi pemakaman berlangsung cukup khidmat dan di pimpin langsung oleh Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah. Juga dalam pemberian penghormatan terakhir, hadir Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda, Bupati Kuningan H Acep Purnama, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy dan seluruh pejabat SKPD termasuk Sekda Kuningan DR H Dian Rahmat Yanuar. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved