KONDISI Yeremia Rambitan Diungkap Dokter, Kemungkinan Absen Cukup Lama, Bagaimana Nasib Pramudya?
Dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, menjelaskan bahwa Yeremia hanya akan menjalani terapi pada lututnya dan tidak perlu dioperasi.
TRIBUNCIREBON.COM - Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kemungkinan akan absen di berbagai turnamen badminton untuk beberapa bulan ke depan akibat cedera yang dialaminya.
Kabar baiknya Yeremia tidak harus dioperasi, pasangan Pramudya Kusumawardana ini bisa sembuh lebih cepat dengan cara terapi.
Lalu bagaimana dengan pasangannya Pramudya Kusumawardana selama Yeremia dalam masa pemulihan? mengingat jadwal turnamen akan padat hingga akhir tahun.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI, Rionny Mainaky, menjelaskan nasib Pramudya Kusumawardana selama ditinggal Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan absen.
Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mengalami cedera ACL pada perempat final Indonesia Open 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (18/6/2022).

Robeknya ligamen pada bagian lutut kiri membuat Yeremia diprediksi menepi dari pertandingan selama tiga sampai enam bulan ke depan.
Mandeknya penampilan Pramudya/Yeremia tentunya disesalkan.
Di antara pasangan-pasangan muda di pelatnas, peringkat Pramudya/Yeremia juga paling baik yaitu ke-16 dan konsisten merepotkan pasangan-pasangan top 10.
Andai Yeremia memerlukan waktu enam bulan untuk pulih, Pramudya berpeluang kehilangan pasangan tanding tetapnya sampai akhir tahun.
Baca juga: Pelatih Malaysia Rexy Mainaky Sampai Menangis Ceritakan Kondisi Yeremia Rambitan yang Cedera
Rionny Mainaky belum punya gambaran pasti. Dia mengaku rencana Pramudya selama Yeremia absen akan segera didiskusikan.
"Ini masih harus didiskusikan jika cedera terlalu lama," kata Rionny kepada awak media dan termasuk BolaSport.com, Sabtu (18/6/2022).
"Sekarang belum tau Yere harus diapakan treatmentnya."
"Pramudya ini grade-nya sudah 10 ke atas. Itu yang kami takutkan ketika pemain top satunya cedera karena cari pemain tidak gampang," ujar Rionny.
Yeremia untungnya berpeluang untuk pulih lebih awal.
Dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, menjelaskan bahwa Yeremia hanya akan menjalani terapi pada lututnya dan tidak perlu dioperasi.
"Saya sudah memeriksa kondisi Yeremia dan kami sepakat untuk mengambil tindakan terapi untuk cedera lutut kirinya dan tidak perlu tindakan operasi," tutur Grace.
"Nantinya akan ada beberapa tes untuk Yeremia dan tindakan lebih lanjut yang harus kami lakukan untuk menentukan prognosis lebih lanjut," ujar Grace.
Baca juga: Yeremia Rambitan Cedera di Indonesia Open 2022, Rexy Mainaky Nangis dan Beri Pelukan
Meski bisa pulih lebih cepat, Yeremia diminta bersabar jika ingin kembali bermain dan harus melakukan terapi setiap bulan demi kesembuhannya.
"Setelah diskusi dengan Prof. Dr. dr. Nicolaas C. Budhiparama, PhD, SpOT (K), FICS yang merupakan dokter spesialis orthopedi, Yeremia kemungkinan absen tiga hingga enam bulan, tergantung proses penyembuhannya," tutur Grace.
"Dalam kasus Yeremia akan kami lihat dahulu kasus cederanya seperti apa," ujar Grace.
Grace memaparkan bahwa Yeremia melakukan gerakan yang bersifat memutar secara cepat sehingga mengalami sedikit masalah di bagian lututnya.
Tim dokter dan psikologi PBSI terus bekerja sama untuk memastikan kejadian ini tidak menimbulkan trauma berkepanjangan baik untuk atlet yang cedera ataupun pasangannya.