Breaking News:

Istri Kedua Diancam dan Dianiaya Anak Istri Pertama Suaminya, Perhiasan Emas pun Raib

Wanita bernama Juriah (43) melaporkan ke Polrestabes Palembang Selasa (14/6/2022) karena dirinya diancam dan dianiaya oleh anak dari istri pertama

sumber: Shutterstock
Ilustrasi Penganiayaan 

TRIBUNCIREBON.COM- Seorang wanita bernama Juriah (43) melaporkan ke Polrestabes Palembang Selasa (14/6/2022).

Hal itu lantaran dirinya diancam dan dianiaya oleh anak dari istri pertama suaminya.

Menurut pengakuan Juriah warga Lorong Perbatasan, Kecamatan SU I Palembang, kejadian itu terjadi saat ia hendak menutup pondok pindang kito milik orang tuanya Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 15.30.

"Saat itu saya hendak menutup pondok, tapi tiba-tiba datang anak dari istri pertama suami saya Sholahuddin bersama anaknya. Mereka mengancam agar saya berpisah dengan suami saya H Amiru Husni (73)," ujarnya.

Selain melakukan pengancaman, mereka turut melakukan penganiayaan terhadap dirinya dan juga melakukan pengerusakan barang yang ada di pondok pindang kito.

"Saya nikah dengan suami saya tidak direstui oleh istri pertamanya Hj Siti Permai (71)," katanya.

Baca juga: Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Pukul 14.00 WIB, Disebut Bakal Ada 2 Menteri Baru

Dirinya menuturkan, sudah menikah selama dua tahun, tapi baru pertama kalinya anaknya Hj Siti Permai bersama cucunya datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dan mengancam agar korban berpisah dengan suaminya yang disertai penganiayaan dan pengerusakan barang.

"Untuk pengancaman mereka bilang kalau ini baru awalnya.

Nanti akan ada yang lebih parah lagi.

Baca juga: Sopir Travel Rudapaksa Penumpang dalam Mobil, Gadis Remaja Teriak Minta Tolong Begitu Diturunkan

Atas kejadian itu saya melaporkan ke SPKT Polrestabes Palembang terkait penganiayaan, " katanya.

"Saya juga melaporkan pengerusakan tempat usaha orang tua saya rusak hingga membuat laporan ke Polda Sumsel,"katanya

Diakuinya, emas seberat 1 suku pun hilang saat terjadi penganiayaan tersebut.

"Emas saya hilang saat itu sehingga total kerugian lebih kurang Rp 30 juta.

Saya berani melaporkan kejadian ini karena didukung oleh suami sendiri yang menyuruh saya untuk membuat laporan," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan korban terkait dengan tindak pidana penganiayaan.

"Laporan sudah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim, " tuturnya.

( Tribunpekanbaru.com / Sripoku)

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved