Ridwan Kamil Tiba di Gedung Pakuan Usai Cari Eril di Swiss, Disambut Pelukan Keluarga

Gubernur Jabar. Ridwan Kamil bersama Atalia Praratya serta putri mereka, Camillia Azzahra, tiba di Gedung Pakuan

Foto biro adpim
Ridwan Kamil disambut keluarga di Gedung Pakuan, Jumat (3/6). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jabar. Ridwan Kamil bersama Atalia Praratya serta putri mereka, Camillia Azzahra, tiba di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/6) pukul 18.37 WIB. 

Mereka terbang dari Swiss, Kamis (2/6) waktu setempat.

Kemudian mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (3/6) sore.

Mereka pun ke bandung menggunakan jalur darat.

Mereka pulang setelah menjalani perjalanan luar negeri, di antaranya dari Swiss, lokasi hilangnya putra sulung mereka, Emmeril Kahn Mumtadz.

Baca juga: Foto-foto Terakhir Ridwan Kamil dan Keluarga Salam Perpisahan untuk Eril hingga Tiba di Bandung

Ridwan Kamil disambut keluarga di Gedung Pakuan, Jumat (3/6).
Ridwan Kamil disambut keluarga di Gedung Pakuan, Jumat (3/6). (Foto biro adpim)

Setelah sampai ke Gedung Pakuan, mereka langsung menuju bagian dalam kompleks Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas Gubernur Jabar.

Ridwan Kamil disambut oleh pihak keluarga, yang telah menunggu mereka, kemudian masuk ke arah masjid kompleks gedung tersebut.

Ridwan Kamil dan keluarga tidak sempat menyapa awak media karena jauhnya lokasi mereka turun dari kendaraan ke batas pengambilan gambar awak media.

Namun demikian, Kakak Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, menyempatkan diri menyampaikan penuturannya.

"Terima kasih atas kehadiran dan kesediaan menunggu, alhamdullilah Kang Emil dan Teh Lia sudah berada di tanah air, tadi mendarat sekitar 15.30 dan langsung ke sini dan alhamdulilah sudah tiba di Pakuan," kata Erwin.

Ia mengatakan Ridwan Kamil sedang berkumpul bersama keluarga inti.

Pihaknya pun memohon maaf kepada masyarakat untuk sementara diberikan ruang waktu dan ruang privasi bagi Ridwan Kamil dan Atalia Praratya untuk penguatan bersama keluarga inti.

"Pada waktunya insya Allah Kang Emil akan beraktivitas kembali tetapi untuk sementara ini kami mohon ruang waktu dan privasi," katanya.

Karangan Bunga

Kawasan Gedung Pakuan, di Jalan Kebon Sirih, Kota Bandung dipenuhi karangan bungan duka cita untuk Emmeril Khan Mumtadz atau Eril.

Putra sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil itu sudah dinyatakan meninggal dunia, setelah hanyut di Sungai Aaree, Bern, Swiss.

Menurut pantauan Tribun, sejak Jumat 3 Juni 2022 sore, karangan bungan dari sejumlah pejabat, instansi dan artis terus berdatangan ke rumah dinas Gubernur. Salah satu karangan bunga datang dari Ivan Gunawan, artis dan desainer kondang.

Baca juga: Emmeril Putra Ridwan Kamil Diyakini Wafat Syahid Akhirat Sesuai Hasil Diskusi dengan Para Ulama

Baca juga: Keluarga Ridwan Kamil Tegaskan Tentang Emmeril Kahn Sudah Meninggal dan Ajak Warga Salat Gaib

Karangan bunga tersebut disimpan didepan gerbang pintu masuk Gedung Pakuan. Hingga saat ini, jumlahnya terus bertambah hampir mengelilingi seluruh area Gedung Pakuan.

Warga sekitar dan yang melintas pun sempat berhenti sejenak, menyaksikan  dan berfoto di barisan karangan bunga.

"Saya enggak pernah ketemu, bukan siapa-siapanya (Eril) juga, tapi sedih saja. Turut berduka," ujar Aan, salah satu warga.

Selain karangan bunga, warga sekitar juga turut menempelkan bunga disertai foto Eril di pagar Gedung Pakuan.

Teguh (29), salah satu warga mengaku sengaja memasang bunga dengan foto Eril sebagai bentuk empati.

"Ini dari warga sekitar. Kita menyampaikan empati, sama dukungan ke pak Gubernur," ujar Teguh.

Rencananya, Ridwan Kamil bersama istri dan anaknya akan sampai ke Gedung Pakuan pada malam ini. 

Selain karangan bunga dari para pejabat dan tokoh, masyarakat umum pun mengirim dan memasang bunga-bunga di pagar Gedung Pakuan Bandung, untuk Emmeril Kahn Mumtadz, Jumat (3/6). 

Hal ini di antaranya dilakukan sekelompok anak muda Bandung yang mengikatkan kuntum-kuntum bunga mawar beserta foto-foto Emmeril di pagar Gedung Pakuan.

Pemasang foto dan karangan bunga tersebut, Kevin, mengatakan ini adalah inisiatif darinya sebagai warga Jabar yang merasa kehilangan sosok Emmeril.

Ia mengatakan Emmeril merupakan sosok yang humble, aktif berorganisasi, dan tidak pernah kaku dalam bergaul walaupun anak seorang Gubernur.

"Kami merasa kehilangan Eril, sosok yang sangat humble, panutan bagi anak muda," katanya.

Sampai pukul 17.00 karangan bunga terus berdatangan dari para pejabat dan tokoh masyarakat.

Mati Syahid

Kakak kandung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Erwin Muniruzzaman, mengatakan Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, sudah diyakini meninggal dunia secara mati syahid.

Erwin Muniruzzaman juga menjelaskan bahwa sesuai dengan hasil konsultasi dengan MUI Jabar bahwa Eril wafat sebagai syahid akhirat. 

Pihak keluarga pun berterima kasih atas doa dan pelaksanaan salat ghaib yang dilaksanakan untuk Emmeril.

"Innalilahi wa innailaihi rajiun, sesungguhnya semua mahluk yang bernyawa akan merasakan kematian," katanya di Gedunh Pakuan Bandung, Jumat (3/6).

Innalillahi wainna ilaihi roji'un, Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) telah menyatakan anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril meninggal dunia. (Istimewa/Instagram @emmerilkahn)
Baca juga: INNALILLAHI, Emmeril Kahn Anak Ridwan Kamil Dinyatakan Sudah Meninggal, MUI Ajak Warga Salat Gaib

Pihak keluarga, katanya, sudah mengevaluasi dan menyimak seluruh proses yang telah dan bisa dilakukan  untuk pencarian Emmeril. Termasuk juga upaya pencarian secara mandiri sehingga secara ikhtiar sudah dilakukan semuanya secara maksimal.

Kemudian, katanya, termasuk di antaranya bahwa otoritas setempat sudah menggunakan pencarian yang memang spesifik untuk mencari jenazah, yakni menggunakan anjing pelacak.

"Oleh karena itu Kang Emil (Ridwan Kamil) dan Teh Lia (Atalia Praratya) sudah menyampaikan bahwa mereka ikhlas dan meyakini bahwa Emmeril Khan Mumtadz yang kita kenal sebagai Eril sudah wafat berpulang ke Rahmatullah karena tenggelam," katanya.

Baca juga: Keluarga Ridwan Kamil Tegaskan Tentang Emmeril Kahn Sudah Meninggal dan Ajak Warga Salat Gaib

Berkenaan dengan hal tersebut, pihak keluarga sudah berkonsultasi kepada MUI Jabar, menyampaikan situasi dan meminta nasihat untuk langkah selanjutnya sesuai dengan syariat Islam. Dalam hal ini adalah menunaikan hak almarhum Eril sebagai muslim dari muslim yang lain yaitu disegerakan disalatkan manakala wafat. 

"Oleh karena itu pula selepas pertemuan, kami perwakilan keluarga yang hadir bertemu dengan MUI bersama dengan MUI sudah melaksanakan salat gaib untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz bin Muhammad Ridwan Kamil," katanya.

MUI Jabar, katanya, kemudian sudah menerbitkan seruan dan selaku keluarga memohon untuk para warga yang berkesempatan untuk dapat melaksanakan salat gaib untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz bin Muhammad Ridwan Kamil.

"Dalam kesempatan ini, kami selaku keluarga memohon maaf atas nama almarhum sekiranya ada kesalahan dan kekhilafan baik disengaja atau tidak disengaja yang dilakukan oleh almarhum, kami mohon maaf. Dan sekitanya memang ada hak atau kewajiban dari almarhum, mohon kami selaku perwakilan keluarga mohon diinformasikan," katanya.

Ia mengatakan sekeluarga sangat mencintai Eril. Mereka melihat sosok Eril tumbuh kembang sampai dengan terakhir menunjukkan perilaku akhlak anak yang saleh. Keluarga berprasangka baik bahwa Allah lebih mencintai almarhum Eril. 

"Oleh karena itu, kami mengikhlaskan almarhum terhadap apapun takdir yang menimpanya dan kami sekeluarga melihat merasakan menerima banyak hikmah, banyak pelajaran penting yang diperoleh dari peristiwa ini," katanya.

Ia pun menyampaikan bahwa perjalanan Eril sebagai pemuda muslim sedang melakukan safar atau perjalanan ke negeri yang jauh untuk perjuangan menuntut ilmu.

Di dalam aktivitas terakhirnya yang dilakukan itu juga adalah aktivitas olahraga yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni berenang, yang disampaikan dalam hadits.

"Dalam aktivitas berenang ini dari kesaksian keluarga kami Eril menunjukan tanggung jawabnya dengan memastikan bahwa yang ikut aktivitas itu dipastikan keselamatannya sehingga yang diizinkan oleh Eril itu hanya tiga dan memastikan bahwa posisi berenangnya itu memungkinkan Eril memastikan keselamatan yang lain, sehingga dari keseluruhan peristiwa ini kami sekeluarga berprasangka baik insya Allah Eril wafat dalam keadaan husnul khatimah dan memenuhi kriteria seperti riwayat hadis nabi orang tenggelam dengan kriteria tertentu dinyatakan syahid akhirat," katanya.

Ia mengatakan keluarga di Swiss melanjutkan ikhtiar pencarian, dibantu oleh KBRI untuk memastikan proses pencarian berlanjut sampai dengan Eril ditemukan.

Hal itu dilakukan agar Ridwan Kamil bisa kembali ke Tanah Air sehingga berkumpul kembali dengan keluarga besar untuk saling menguatkan.

"Kami mohon maaf dan pengertian apabila Kang Emil dan Teh Lia akan membutuhkan waktu terlebih dahulu untuk bersama keluarga besar ibunya teh Lia dan kang Emil dan keluarga besar untuk saling menguatkan. Maka kami mohon maaf dan diberikan ruang privasi dan ruang waktu untuk sementara waktu pada kang Emil dan teh Lia, kemudian pada waktunya insya Allah nanti kang Emil akan bisa menyampaikan keterangan resmi terkait hal ini," katanya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bersama istrinya, Atalia, dan anaknya, Zara, foto menghadap Sungai Bern, Swiss. (Twitter/Atalia Kamil @ata_lia)
Baca juga: Atalia Ikhlas Melepas Anaknya: Di Sungai Aare yang Luar Biasa Indah dan Cantik Ini, Mamah Lepas Kamu

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved