GEGER, Pria Ini Kumpulkan Uang Hampir Setengah Miliar, Hasil Mengemis 15 Tahun & Bekerja
Lutfi Haryono yang mengaku memiliki simpanan tabungan hampir setengah miliar di rekening miliknya
Penulis: Sartika Rizki Fadilah | Editor: Mutiara Suci Erlanti
TRIBUNCIREBON.COM - Di Indonesia sendiri mengemis seolah menjadi sebuah profesi, biasanya aktivitas mengemis ini dilakukan di lampu merah jalan-jalan besar.
Mirisnya lagi, mengemis tak hanya dilakukan oleh kalangan dewasa saja, tetapi juga anak-anak.
Rupanya dalam aktivitas mengemis, menyimpan sebuah kisah yang cukup mengegerkan publik.
Baru-baru ini viral kisah seorang pengemis asal Gorontalo, Lutfi Haryono yang mengaku memiliki simpanan tabungan hampir setengah miliar di rekening miliknya.
Adapun uang yang didapatkan Lutfi Haryono berasal dari pekerjaannya dalam mengemis.
Usut punya usut, aktivitas mengemis yang dilakukan Lutfi Haryono rupanya sudah dilakukan selama bertahun-tahun lamanya.
Berdasarkan tabungan yang dimiliki Lutfi Haryono, pengemis tersebut memiliki uang senilai Rp 364 juta.
Dana ratusan juta itu ia simpan dalam rekening bank pembangunan daerah (BPD) SulutGo.

Meski tidak secara jelas kapan Lutfi mulai mengemis, namun informasi yang diterima TribunGorontalo.com sudah sekitar 15 tahun.
Dana terakhir yang tercatat pada bank sulutGo itu sebetulnya bukan nominal sebenarnya yang dimiliki Lutfi Haryono.
Ia masih memiliki rekening lain yang jika ditotalkan seluruhnya, mencapai Rp 460 juta. Nyaris setengah miliar.
Artinya, jika dirata-ratakan secara kasar, Lutfi mampu mengumpulkan uang sekitar Rp 100 ribu per hari.
“Bukan main ini pengemis kaya raya,” celetuk seorang warganet.
Kabar Lutfi Haryono memiliki uang nyaris setengah miliar tersebut rupanya sempat diunggah di jejaring internet.
Kisahnya kemudian viral, bahkan foto buku tabungan dengan KTP Lutfi tersebar, dengan nominal uang yang fantastis.
Lutfi dalam KTP yang tersebar itu, tertulis sebagai warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo.
Dalam KTP elektroniknya tersebut, ia mengaku sebagai seorang pedagang. Tidak jelas apa yang diperdagangkan.
Bersamaan dengan hal tersebut, Lutfi pun dipanggil ke Kantor Lurah Ipilo pada Kamis (2/6/2022).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, serta Bhabinsa itu, Lutfi mengaku.
“Iya itu rekening saya. (uang) yang lain itu saya punya saudara dan so tarik-tarik lain,” ungkap Lutfi.
Di samping itu, Lutfi mengaku, uang itu bukan seluruhnya hasil mengemis.
Rupanya dirinya pernah bekerja di sebuah toko dan rumah makan.
Namun, pekerjaan itu ia lakoni sudah sejak puluhan tahun lalu.
Lutfi dalam KTPnya tercatat kelahiran Gorontalo pada 22 Juni 1975.
Kini, Lutfi pun saat ini mengaku tak lagi sebagai pengemis, kini dirinya disibukan sebgai seorang pedagang.
“So tidak lagi. Somo (akan) bajual saya. Somo bawarung. So tidak moba jalan bagitu lagi saya,” tutup Lutfi
Bripka Romi Bhabinkamtibmas Kelurahan Ipilo menjelaskan, kegiatan Lutfi meski hanya mengemis, namun dapat berpotensi pidana.
Sebab, tidak jarang ia mengatasnamakan sebuah yayasan atau sumbangan masjid.
Karena itu, dalam klasifikasinya, Lutfi diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Baca juga: VIRAL Ibu Paksa Anak Mengemis di Lampu Merah Palembang, Setoran Kurang Anak Dipukul
Kisah lain, pensiunaan polisi terpaksa mengemis jadi manusia silver
Beberapa waktu lalu viral di media sosial seorang silverman atau manusia silver yang diamankan Satpol PP Semarang.
Ternyata sang manusia silver itu adalah purnawirawan atau pensiunan polisi bernama Agus Dartono.
Inilah sosok Agus Dartono seorang pensiunan polisi asal Semarang yang terpaksa mengemis menjadi manusia silver demi menyambung hidup.
Hal ini lantaran kisah perjuangan Agus Dartono dalam menyambung hidup dengan mencari uang sebagai manusia silver.
Pria berusia 61 tahun yang tinggal di Kota Semarang, Jawa Tengah terpaksa menyambung hidup dengan mengemis menjadi manusia silver.
Setiap harinya, lansia warga Sendang Mulyo, Tembalang ini mengemis di jalanan karena impitan ekonomi di tengah pandemi.
Sosok Agus mulai mendapatkan sorotan setelah terjaring razia Satpol PP.
Berikut ini adalah rangkuman kisah perjuangan Agus sang pensiunan polisi untuk menyambung hidup dikutip dari berbagai sumber:
Kena Razia Satpol PP
Agus Dartono terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengemis menjadi manusia silver di perempatan Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang Barat, Jawa Tengah.
Menjadi Polisi Selama 19 Tahun
Namun, siapa sangka, sosok Agus yang kini mengemis, ternyata adalah seorang pensiunan polisi?
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.
"Agus Dartono adalah pensiunan Polri yang di-sweeping oleh Satpol PP di daerah Marina, hari Jumat kemarin karena mengemis menjadi manusia silver," ujarnya, Minggu (26/9/2021).
Pangkat Terakhir Aipda
Sewaktu masih aktif, Agus terakhir berdinas di Poslantas Tembalang, Semarang.
Ia menjadi polisi sejak 1997 hingga 2016. Pangkat terakhirnya adalah Ajun Inspektur Dua (Aipda).
Iqbal mengatakan, alasan pria tersebut mengemis karena masalah ekonomi.
"Alasan Agus mengamen menjadi manusia silver dikarenakan faktor ekonomi. Karena malu meminta bantuan kerabat atau rekan, akhirnya dia nekat menjadi manusia silver," ungkapnya.
Kapolda Jawa Tengah Berikan Bantuan
Kabar soal adanya pensiunan polisi yang menjadi manusia silver, mendapat perhatian Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Kapolda memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai dan sembako untuk Agus.
Bantuan itu diserahkan di rumah Agus di kawasan Kecamatan Candisari, Semarang.
"Melalui salah seorang staf Polda, AKBP Purbaya, beliau langsung menyerahkan bantuan uang yang langsung diterima di rumah Pak Agus, kemarin," ucap Iqbal.